Menu

Mode Gelap

Lombok Timur · 2 Sep 2026 09:38 WITA ·

Perkuat PIC dan Kapasitas Kader, Pemkab Lotim Targetkan Penurunan Stunting Lewat Program Genting


 Foto : Wakil bupati lombok timur H Edwin Hadiwijaya Perbesar

Foto : Wakil bupati lombok timur H Edwin Hadiwijaya

Lombok Timur— Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memperkuat strategi percepatan pencegahan dan penurunan stunting dengan memperjelas pembagian wilayah binaan dan penanggung jawab program. Langkah itu disepakati dalam rapat koordinasi Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) 2026 yang digelar di Ballroom Kantor Bupati Lombok Timur, Selasa (1/9).

Rapat dipimpin Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya yang juga menjabat Ketua Tim Percepatan Pencegahan Penurunan Stunting (TP3S) Kabupaten Lombok Timur. Fokus utama pertemuan adalah penguatan sistem kerja TP3S sesuai Surat Keputusan Bupati, terutama penetapan Person in Charge (PIC) di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk tiap wilayah binaan.

“Pertemuan ini untuk membangun sistem kerja. Intervensi spesifik dan sensitif yang diperlukan harus disampaikan kepada mitra-mitra Genting,” tegas Edwin.

Menurut Edwin, penunjukan PIC penting agar komunikasi tidak terputus meski ada pergantian perwakilan dalam rapat. Setiap OPD diharapkan memiliki personel yang memahami perkembangan program di wilayahnya sehingga tindak lanjut dapat berjalan berkesinambungan.

Pemkab juga mendorong peningkatan kapasitas kader melalui pelatihan teknis penyuluhan, pencatatan data, dan pemantauan. Dukungan operasional seperti logistik, insentif, dan koordinasi rutin di tingkat wilayah turut ditekankan.

Program Genting di Lombok Timur menjalankan dua jalur intervensi. Intervensi spesifik berupa bantuan nutrisi, seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan bahan pangan mentah kaya protein hewani untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak di bawah dua tahun (baduta).

Sementara intervensi sensitif mencakup perbaikan infrastruktur dasar: bedah rumah tidak layak huni, penyediaan akses air bersih, hingga pembangunan jembatan. Pendampingan dan edukasi juga dilakukan melalui penyuluhan, komunikasi psikologis, dan pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala.

Edwin menekankan prinsip gotong royong sebagai kunci. “Seluruh pihak diharapkan mengambil peran sesuai tugas dan kewenangannya untuk memastikan intervensi berjalan secara terpadu,” ujarnya.

Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) Provinsi NTB, Lalu Makripuddin, menyebut Lombok Timur sebagai barometer percepatan penurunan stunting di NTB. Ia mengapresiasi sejumlah inovasi daerah, namun mengingatkan pentingnya akurasi data.

Ia menyoroti realisasi Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) Lombok Timur yang belum sinkron antara aplikasi pusat dan laporan Dinas P3AKB. “Segera dilaporkan dan diperbarui ke tingkat pusat sehingga data yang tercatat sesuai kondisi aktual di daerah,” katanya.

Makripuddin juga mendorong capaian Program Genting yang kini sudah 81 persen untuk terus ditingkatkan, dengan memastikan bantuan tepat sasaran, dimanfaatkan, dan dikonsumsi penerima manfaat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Lombok Timur, Muksin, merinci sasaran Program Genting meliputi keluarga berisiko stunting (KRS): ibu hamil, ibu menyusui, baduta, dan anak stunting. Pendampingan dilakukan melalui edukasi, intervensi, dan bantuan berkelanjutan.

Berdasarkan target BKKBN, jumlah KRS di Lombok Timur mencapai 14.106 keluarga. Hingga kini 11.610 KRS telah terintegrasi dalam program.

Rinciannya: edukasi telah menyasar 9.627 KRS, intervensi nutrisi 1.574 KRS, intervensi air bersih 394 KRS, intervensi jamban sehat 14 KRS, dan bantuan rumah layak huni 1 keluarga.

Pemkab berharap bantuan tidak berhenti pada distribusi, tetapi mendorong perubahan perilaku keluarga. Intervensi air bersih, jamban sehat, dan rumah layak huni juga akan terus ditingkatkan.

Rapat dihadiri jajaran OPD terkait, camat, UPTD P3AKB, kepala puskesmas, BUMN, BUMD, swasta, LSM, komunitas, organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi, Koordinator Satgas Pendamping Keluarga (SPK), Penyuluh KB (PKB), Petugas Lapangan KB (PLKB), dan Tim Pendamping Keluarga (TPK).

Dengan penguatan pembagian wilayah binaan, penetapan PIC, peningkatan kapasitas kader, serta kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, Pemkab Lombok Timur menargetkan upaya pencegahan dan penurunan stunting berjalan lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.(01)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bupati Lotim Resmikan Puskesmas Sakra Timur: “Layani Dulu, Administrasi Belakangan”

1 September 2026 - 12:56 WITA

Dihadapan Ribuan Masyarakat yang Banjiri Puncak HUT Lombok Timur, Bupati Lotim Janji Empat Program Pro Rakyat

1 September 2026 - 09:42 WITA

HUT ke-131 Lombok Timur: Haerul Warisin Ajak Warga Utamakan Persaudaraan, Kebut Infrastruktur

1 September 2026 - 07:24 WITA

TGB: Pendiri NU Merupakan Murid dari Tuan Guru Asal Lotim

31 Agustus 2026 - 17:29 WITA

Warga Pertanyakan Keberadaan Mobil Damkar di Keruak, Camat Minta Segera Diganti

31 Agustus 2026 - 09:46 WITA

Pemda Lotim Usulkan Gaji 4.886 PPPK Paruh Waktu Tenaga Pendidikan Ditanggung Pemerintah Pusat

28 Agustus 2026 - 07:24 WITA

Trending di Lombok Timur