Menu

Mode Gelap

Lombok Timur · 1 Sep 2026 07:24 WITA ·

HUT ke-131 Lombok Timur: Haerul Warisin Ajak Warga Utamakan Persaudaraan, Kebut Infrastruktur


 HUT ke-131 Lombok Timur: Haerul Warisin Ajak Warga Utamakan Persaudaraan, Kebut Infrastruktur Perbesar

Lombok Timur — Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin bersama Wakil Bupati H. Moh. Edwin Hadiwijaya dan Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik menghadiri puncak peringatan Hari Jadi ke-131 Kabupaten Lombok Timur di Lapangan Tugu Selong, Senin sore (31/8/2025). Acara ditutup dengan tabligh akbar, tausiyah kebangsaan, dialog aspirasi masyarakat, dan penyerahan bantuan.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang menyukseskan rangkaian peringatan. Ia secara khusus berterima kasih kepada Al-Mukarram Tuan Guru Bajang TGH. Muhammad Zainul Majdi atas tausiyah dan pesan kebangsaan yang disampaikan.

Haerul juga memberikan penghormatan kepada para pemimpin terdahulu yang meletakkan dasar pembangunan daerah. Ia menyebut nama H. Abdul Kadir periode 1983-1988, H. Moh. Ali Bin Dachlan periode 2003-2008 dan 2013-2018, serta H. M. Sukiman Azmy periode 2008-2013 dan 2018-2023.

“Momentum Hari Jadi jangan hanya seremonial. Ini ruang memperkuat persaudaraan dan refleksi perjalanan pembangunan,” ujar Bupati.

Ia menekankan tiga pesan utama: pikiran harus lebih tinggi daripada perbedaan, persaudaraan harus lebih tinggi daripada kepentingan, dan Lombok Timur harus dijaga bersama.

Bupati menyebut kegiatan besar ini bisa terlaksana tanpa masuk APBD dan tanpa anggaran khusus.

“Setiap keringat yang jatuh untuk menyelesaikan acara ini merupakan bagian dari sejarah Kabupaten Lombok Timur,” katanya.

Fokus pada kesejahteraan dan pembangunan yang dirasakan

Pemerintah, kata Haerul, ingin menghadirkan Lombok Timur yang sejahtera, maju, adil, jujur, dan transparan. Pembangunan tidak hanya soal jalan dan gedung, tetapi harus dirasakan langsung masyarakat. Prioritasnya adalah masa depan anak-anak, kesehatan, pendidikan, produktivitas, dan harmoni sosial.

Usai sambutan, forum dilanjutkan dengan dialog aspirasi. Tiga perwakilan warga menyampaikan persoalan infrastruktur dan pertanian, pelayanan posyandu, jaminan kesehatan kader, pariwisata, sampah, dan penerangan jalan.

Menjawab aspirasi itu, Bupati menegaskan Pemkab terus mencari solusi dan sumber pembiayaan di tengah keterbatasan saat ini.

Langkah fiskal dan dukungan pusat

Salah satu strategi adalah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah agar ruang fiskal pembangunan melebar. Selain itu Pemkab memperjuangkan dukungan pusat.

Untuk 2026 dan 2027, Lombok Timur mendapat dukungan sekitar Rp250 miliar untuk pembangunan jalan dan infrastruktur. Di sektor pertanian, dukungan irigasi melalui kelompok P3A mencapai lebih dari Rp21 miliar.

Pemkab juga merencanakan penambahan anggaran jalan melalui APBD Perubahan tahun ini. Pada 2027, pembahasan anggaran jalan sekitar Rp200 miliar kembali dilakukan. Targetnya, jalan yang belum beraspal dituntaskan bertahap hingga akhir masa jabatan.

Kesehatan, sampah dan Penerangan

Di bidang kesehatan, Pemkab tidak hanya membenahi sarana posyandu, tetapi juga perlindungan sosial kader melalui BPJS Ketenagakerjaan. Kader yang belum terdaftar akan diupayakan masuk melalui koordinasi dengan pemerintah desa. Kebutuhan sarana posyandu akan dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan dan OPD terkait.

Soal pariwisata dan sampah, Bupati menegaskan kebersihan adalah kunci kenyamanan wisatawan. Lombok Timur menjadi satu-satunya kabupaten di wilayah Bali dan Nusa Tenggara yang terpilih dalam program pengelolaan sampah yang dibiayai Bank Dunia.

Untuk mendorong ekonomi, pemerintah mendorong investasi di wilayah selatan, khususnya Kecamatan Jerowaru yang memiliki potensi pesisir. Di wilayah utara, pelaku usaha didorong membayar pajak sesuai ketentuan agar pendapatan kembali untuk pembangunan.

Terkait penerangan jalan, Pemkab menargetkan kerja sama pemasangan lampu di sekitar 8.000 titik pada 2027. Penerangan dinilai penting untuk keamanan, kenyamanan, dan mendukung aktivitas ekonomi.

Dalam tausiyah kebangsaan, TGB menyampaikan empat karakter warisan ulama dan orang tua di Lombok Timur: cinta ilmu, berani merantau mencari kebaikan, terbuka terhadap sesama, dan berani menegakkan kebenaran.

Acara ditutup dengan penyerahan penghargaan Juara 1 BPJS Ketenagakerjaan dan penyerahan bantuan hasil galang dana untuk masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur senilai Rp480 juta. Dana tersebut berasal dari Korpri, PGRI, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

“Insyaallah ke depan Lombok Timur akan semakin maju. Kita bersyukur dan terus berikhtiar agar pembangunan dapat dirasakan seluruh masyarakat,” tutup Bupati Haerul Warisin.(01)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Perkuat PIC dan Kapasitas Kader, Pemkab Lotim Targetkan Penurunan Stunting Lewat Program Genting

2 September 2026 - 09:38 WITA

Bupati Lotim Resmikan Puskesmas Sakra Timur: “Layani Dulu, Administrasi Belakangan”

1 September 2026 - 12:56 WITA

Dihadapan Ribuan Masyarakat yang Banjiri Puncak HUT Lombok Timur, Bupati Lotim Janji Empat Program Pro Rakyat

1 September 2026 - 09:42 WITA

TGB: Pendiri NU Merupakan Murid dari Tuan Guru Asal Lotim

31 Agustus 2026 - 17:29 WITA

Warga Pertanyakan Keberadaan Mobil Damkar di Keruak, Camat Minta Segera Diganti

31 Agustus 2026 - 09:46 WITA

Pemda Lotim Usulkan Gaji 4.886 PPPK Paruh Waktu Tenaga Pendidikan Ditanggung Pemerintah Pusat

28 Agustus 2026 - 07:24 WITA

Trending di Lombok Timur