Lombok Timur — Komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dalam memperkuat infrastruktur kesehatan kembali diwujudkan. Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin meresmikan Gedung Puskesmas Sakra Timur senilai Rp12 miliar, Selasa (1/9/2026).
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita. Usai acara, Bupati bersama jajaran langsung meninjau ruang pelayanan di gedung baru tersebut.
Dalam arahannya, Bupati menegaskan pembangunan fisik harus diimbangi dengan peningkatan mutu layanan. Ia menyoroti pentingnya sikap humanis dari seluruh tenaga kesehatan.
“Jika ada seorang ibu datang membawa anaknya kemari, ia tidak sekadar mencari obat, tetapi butuh teguran, sapaan ramah, dan perhatian cepat dari kita. Layani dulu, jangan langsung menanyakan mana kartu BPJS nya. Soal administrasi itu belakangan,” tegas Bupati Haerul Warisin.
Bupati meminta dokter, bidan, dan perawat di Puskesmas Sakra Timur mengutamakan penanganan medis yang cepat. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan tenaga kesehatan untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun.
Di sisi lain, Pemkab Lombok Timur menunjukkan komitmen kuat pada jaminan kesehatan warga. Anggaran BPJS Kesehatan terus meningkat secara signifikan. Dari Rp25 miliar pada 2021, naik menjadi Rp28,7 miliar pada 2023, Rp87 miliar pada 2024, Rp88 miliar pada 2025, hingga menembus Rp125 miliar pada 2026. Kenaikan hingga lima kali lipat dalam lima tahun itu disebut sebagai bukti nyata kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat.
Pemda juga tengah menyiapkan skema perluasan jaminan BPJS Ketenagakerjaan bagi masyarakat rentan, untuk memberikan perlindungan risiko kerja dan jaminan kematian.
Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur H. Aris Fahrurozy dalam laporannya menyampaikan, Surat Izin Operasional (SIO) Puskesmas Sakra Timur telah ditandatangani Dinas Perizinan pada 28 Agustus 2026.
“Alhamdulillah, keberadaan Puskesmas Sakra Timur ini merupakan jawaban atas penantian panjang masyarakat selama bertahun-tahun. Dengan terbitnya SIO, kami menargetkan puskesmas ini dapat segera bekerja sama dengan BPJS Kesehatan paling lambat awal tahun 2027, yang kemudian dilanjutkan dengan persiapan akreditasi dalam tiga bulan mendatang,” ujar Aris.
Turut hadir dalam peresmian tersebut Kepala Dinas Perizinan, Kepala Dinas Pertanian, Direktur Utama RSUD dr. R. Soedjono Selong, Dirut RS Keruak, Dirut RS Labuhan Haji, Dirut RS Selaparang, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Selong, Kepala Puskesmas Lepak dan Puskesmas Sakra Timur, Forkopimcam, para kepala desa, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemuda setempat.
Dengan beroperasinya Puskesmas Sakra Timur, Pemkab berharap akses layanan kesehatan dasar di wilayah Sakra dan sekitarnya menjadi lebih dekat, cepat, dan merata.(01)






