Lombok Timur – Keberadaan mobil pemadam kebakaran di Pos Pemadam Kecamatan Keruak menjadi sorotan warga. Armada yang tersedia saat ini diketahui dalam kondisi rusak dan sudah berada di kabupaten sejak sepekan lalu.
Hal itu disampaikan Camat Keruak, Azhar Ia mengaku kecewa karena di tengah tingginya potensi kebakaran, fasilitas utama justru tidak bisa digunakan.
“Jadi sejak minggu yang lalu mobil itu ada di kabupaten,” kata Azharudin.
Ia menilai, dengan kondisi saat ini masyarakat wilayah selatan sedang berada pada level siaga kebakaran. Hampir semua petani sedang melakukan pengopenan tembakau yang rawan memicu api.
“Seharusnya ketika ada kerusakan, seharusnya diganti dengan yang lebih bagus, karena mobil itu sedang di butuhkan saat ini,” ujarnya.
Azharjuga mengingatkan bahwa Pos Damkar Keruak tidak hanya melayani satu wilayah. Pos tersebut menjadi tumpuan bagi tiga kecamatan, yaitu Keruak, Jerowaru, dan Sakra Barat.
Untuk itu ia meminta agar mobil dinas pemadam kebakaran tetap disiagakan di pos untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kita tidak ingin seperti ini, karena pada saat ini, masyarakat sedang berusaha, kita selaku pemerintah harus memberikan pelayanan yang terbaik. Tidak seperti tadi malam, akibatnya 3 kios ludes terbakar,” sarannya.
Selain armada, camat juga menyoroti kerusakan sumur bor di Pasar Keruak. Menurutnya, jika sumur bor berfungsi baik maka penanganan kebakaran bisa lebih cepat.
“Kalau sumur bor bagus, tentu bisa membantu dinas pemadam kebakaran. Tapi ini mobil rusak, sumur rusak,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Lombok Timur, Widayat, yang dikonfirmasi belum memberikan jawaban terkait permintaan penggantian armada dan perbaikan fasilitas di wilayah selatan.
Sebelumnya, Kebakaran melanda Pasar Umum Keruak dini hari tadi. Tiga unit kios pedagang hangus terbakar dengan kerugian materiil ditaksir mencapai Rp300 juta. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Peristiwa terjadi pada Senin, 31 Agustus 2026 sekitar pukul 01.30 WITA di Dusun Cerangang, Desa Danarasa, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur.
Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali terlihat berasal dari salah satu kios pedagang saat kondisi pasar dalam keadaan sepi.
“Api pertama kali diketahui sekitar pukul 01.30 WITA. Awalnya dari salah satu kios, lalu cepat membesar,” ujar Nasrudin, 55, penjaga pasar asal Dusun Lengaluh yang menjadi saksi bersama dua rekannya, Rumawe, 58, dan Abdullah, 46.
Melihat api, para saksi berteriak meminta tolong. Warga dan pedagang yang berada di sekitar lokasi langsung berdatangan dan berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Petugas Pemadam Kebakaran Pemkab Lombok Timur juga segera dihubungi.
Unit mobil pemadam kebakaran yang standby di Kantor Camat Keruak tiba di lokasi sekitar pukul 01.35 WITA. Lima menit berselang, pukul 01.40 WITA, personel Koramil 1615-04/Keruak yang dipimpin langsung Danramil Kapten Inf Basriadi juga tiba dan membantu proses pemadaman.(01)






