Menu ✖

Mode Gelap

Derap Nusantara · 12 Apr 2025 23:01 WITA ·

Selamat Tinggal Kurikulum Nadiem, Jurusan IPA-IPS-Bahasa Di SMA Balik Lagi Tahun Ini


 Selamat Tinggal Kurikulum Nadiem, Jurusan IPA-IPS-Bahasa Di SMA Balik Lagi Tahun Ini Perbesar

Jakarta – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memastikan bahwa sistem penjurusan IPA, IPS, dan Bahasa di tingkat SMA akan dihidupkan kembali mulai tahun ajaran 2025/2026. Kebijakan ini akan menggantikan sistem fleksibeliltas Kurikulum Merdeka yang sebelumnya diusung oleh Menteri Nadiem Makarim.

Ini bocoran, jurusan akan kami hidupkan lagi,” kata Mu’ti dalam diskusi bersama media di Jakarta, Jumat (11/4/2025).

Kebijakan baru ini akan diformalkan melalui peraturan menteri baru, sekaligus mencabut Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 yang menghapus sistem penjurusan di jenjang menengah atas.

Mu’ti juga menjelaskan bahwa kembalinya sistem jurusan ini bertujuan untuk mengembalikan keterkaitan antara kemampuan akademik siswa dan pilihan program studi di perguruan tinggi.

Selama ini, banyak kampus mengeluhkan mahasiswa baru tidak memiliki kesiapan akademik yang sesuai dengan jurusan kuliahnya. Ada mahasiswa dari latar belakang IPS diterima di kedokteran, padahal dasarnya tidak kuat. Ini bisa membuat mereka kesulitan dalam mengikuti kuliahnya,” ujarnya.

Kemudian kita juga akan terapkan TKA sebagai pengganti Ujian Nasional. Siswa akan mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang terdiri dari Bahasa Indonesia dan Matematika. Siswa jurusan IPA akan memilih salah satu mata pelajaran seperti Biologi, Fisika, atau Kimia, sementara siswa IPS bisa memilih Ekonomi, Geografi, Sejarah, atau Sosiologi sebagai mata pelajaran ujian tambahan. TKA ini tidak bersifat wajib dan tidak menjadi syarat kelulusan, tetapi nilainya dapat digunakan untuk mendaftar ke perguruan tinggi melalui jalur prestasi.

TKA ini dijadwalkan mulai dilaksanakan pada November 2025 untuk siswa kelas XII. Jenjang SD dan SMP baru akan mulai menerapkan sistem ini pada tahun 2026.

“Kami sedang menjajaki agar TKA bisa menjadi bagian dari tes masuk perguruan tinggi. Kalau nilainya bagus, bisa langsung diterima tanpa tes tambahan,” ujar Mu’ti.

“Ini bukan soal siapa yang salah. Tapi soal konsistensi sistem pendidikan yang relevan dan berkesinambungan,” tegasnya.

Kebijakan penghapusan jurusan oleh Nadiem sebelumnya bertujuan menghapus hegemoni IPA, memberi fleksibilitas pilihan, dan mendorong siswa eksplorasi minat. Namun, dalam praktiknya, banyak siswa tetap diarahkan ke jurusan favorit oleh orang tua atau sekolah tanpa analisis bakat yang matang, ungkap Mu’ti.(*)

Artikel ini telah dibaca 696 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Keren, Tim Paskib MAN 1 Lotim Sukses Rebut Juara Umum Lomba Paskib se-NTB

26 Oktober 2026 - 18:16 WITA

Tampil Kompak, Tim Basket Putri MAN 1 Lombok Timur Raih Juara 2 di Mataram

25 Oktober 2026 - 19:34 WITA

Wakili Bupati, Kadis Dikbud Pimpin Apel Hari Santri di Ponpes Al-Ijtihad Danger

22 Oktober 2026 - 18:36 WITA

Hebat, Dua Tim KIR MAN 1 Lotim Raih Juara Lomba Penelitian Nasional di Yogyakarta

22 Oktober 2026 - 16:05 WITA

Telan Dana Miliaran, Plafon SDN 3 Semaya di Lombok Timur Ambruk

19 Oktober 2026 - 22:21 WITA

283 Satuan Pendidikan SMP Lingkup Dikbud Lombok Timur Dapat Bantuan Digitalisasi 2026. Berikut Daftarnya!

15 Oktober 2026 - 21:28 WITA

Trending di Pendidikan