Menu

Mode Gelap

Pendidikan · 29 Jan 2026 11:31 WITA ·

Kadis Dikbud Minta SPPG Perkuat Koordinasi Dengan Jajaran


 Kadis Dikbud Minta SPPG Perkuat Koordinasi Dengan Jajaran Perbesar

Lombok Timur – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Timur, Nurul Wathoni, berharap kepada seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Lombok Timur (Lotim) untuk meningkatkan koordinasi dengan pihak sekolah. Langkah ini dinilai penting guna meminimalkan persoalan teknis dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wathon menjelaskan, sesuai kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN), penerima manfaat program MBG tidak hanya siswa, tetapi juga guru dan seluruh pegawai sekolah. Perluasan sasaran tersebut, menurutnya, harus diiringi dengan komunikasi dan koordinasi yang lebih solid antara SPPG, sekolah, guru, serta Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di masing-masing kecamatan.

“Saya sudah bersurat ke semua pihak agar koordinasi terus terjalin. Sekarang guru juga mendapatkan jatah menu MBG. Ini patut disyukuri, tetapi koordinasi dengan guru dan UPTD di setiap kecamatan harus benar-benar dibangun,” kata Wathon, Kamis (29/1).

Menurutnya, lemahnya koordinasi berpotensi memicu diskomunikasi antara SPPG dan pihak sekolah sebagai perpanjangan tangan penerima manfaat. Padahal, koordinasi yang baik akan memperkuat fungsi pengawasan bersama terhadap distribusi menu MBG.

“Dengan koordinasi, pengawasan bisa dilakukan bersama-sama. Ini menyangkut keselamatan siswa. Kita tentu tidak ingin ada siswa yang mengalami gangguan kesehatan atau keracunan setelah mengonsumsi menu MBG,” ujarnya.

Disinggung terkait perjanjian kerja sama (PKS) antara SPPG dan sekolah, Wathon mengakui persoalan tersebut bersifat dilematis. Namun, ia menegaskan bahwa yang paling utama adalah terbangunnya komunikasi sejak awal pelaksanaan program.

Dikbud Lotim juga telah memberikan arahan agar pendistribusian dan konsumsi menu MBG dilakukan pada jam istirahat pertama hingga sebelum pukul 12.00 Wita. Kebijakan ini dimaksudkan agar proses makan dapat dilakukan secara bersamaan oleh siswa dan guru, sehingga lebih mudah dikontrol dan diawasi.

Selain itu, Wathoni meminta SPPG untuk bersikap lebih responsif terhadap keluhan dan masukan dari pihak sekolah, khususnya yang berkaitan dengan kualitas dan penyajian menu MBG.

“Kami minta setiap keluhan dari sekolah segera direspons, jangan diabaikan. Kami sering menerima informasi dari sekolah bahwa masukan mereka tidak ditindaklanjuti oleh SPPG. Padahal, ini menyangkut kesehatan dan keselamatan siswa,” tegasnya.(01)

Artikel ini telah dibaca 57 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

19 SD Lombok Timur Teken PKS Revitalisasi Tahap 2 di Surabaya

27 Juli 2026 - 07:38 WITA

Borong Tiga Gelar Sekaligus, Tim Paskib MAN 1 Lotim Ukir Prestasi di Lomba Se-NTB Mataram

27 Juli 2026 - 07:26 WITA

Tim Basket MAN 1 Lotim Perkuat Tim Lombok Timur Raih Medali Porprov NTB Cabang Basket

23 Juli 2026 - 08:58 WITA

Perkuat Mental Tanding, MAN 1 Lotim Kirim 16 Pesilat ke Kejuaraan Nasional di Malang

22 Juli 2026 - 07:21 WITA

Revitalisasi Tahap II, Sebanyak 19 TK/PAUD Lingkup Dikbud Lombok Timur Tandatangani PKS Di Hotel Harris Kuta Bali

21 Juli 2026 - 18:50 WITA

Haeryyatunnisa, Atlet Kickboxing Lotim Asal MAN 1 Lotim, Raih Emas di Porprov NTB 2026

19 Juli 2026 - 19:46 WITA

Trending di Mataram