Lombok Timur – Empat siswi SMPN 1 Pringgabaya Lombok Timur kembali menunjukkan prestasinya dalam bidang sains, kali ini pada lomba olimpiade sains tingkat pelajar SLTP Se Indonesia yang diselenggarakan Obor Langit Universitas Brawijaya Malang Jawa Timur.
Keempat siswa binaannya yang sukses meraih prestasi dianyaranya Queensya Alyika Mahfudya berhasil meraih Juara 3 Bidang IPA, Cantik Putry Arinda berhasil merebut juara 3 Bidang Matematika, Aleya Tasya berhasil menempatkan dirinya sebagai peraih juara 2 bidang Bahasa Inggris dan Sahira Raesana sukses merebut juara 3 Bidang Bahasa Inggris.
“Semua siswa yang berhasil meraih prestasi juara ditingkat provinsi NTB dan berhak melaju ke tingkat nasional yang lombanya akan berlangsung secara tatap muka di Universitas Brawijaya Malang pada 30 sd 31 Mei 2026 mendatang, “ungkap Kepala SMPN 1 Pringgebaya M Nasir senin (10/02).
M Nasir mengatakan, dengan berhasilnya menjadi utusan NTB pada ajang grand Final Universitas Brawijaya Malang, sekolah akan memberikan pembinaan secara rutin dan maksimal.
“Mengenai biaya, sekolah bersama wali murid akan sharing pembiayaan dengan pihak sekolah dengan memaksimalkan anggaran BOS sekolah,”jelasnya
Dengan torehan prestasi yang diraih oleh empat siswa SMPN 1 Pringgabaya ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur M Nurul Wathoni mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya, bahwa siswa kita di Lombok Timur telah mampu menunjukkan prestasinya di tingkat provisi dan nasional.
Karena itu penting pihak sekolah terus memberikan support, pembinaan yang maksimal termasuk mendukung keikutsertaan siswa dalam ragam kompetisi. Dengan harapan agar kita bisa tahu posisi dan kualitas kita dengan sekolah lainnya baik ditingkat provinsi dan nasional.
Ia berharap semangat dan capaian baik dari siswa SMPN 1 Pringgabaya ini juga dapat memacu sekolah lainnya baik di jenjang SD maupun SMP untuk terus menghidupkan kegiatan pembinaan ektrakurikuler baik akademik dan non akademik.
Yang paling penting juga sambungnya, dukungan sekolah agar siswanya bisa ikuti kompetisi diharapkan bisa menjadi bahan evaluasi perbaikan bentuk dan pola pembinaan agar hasilnya kedepan bisa lebih baik.
“Pestasi butuh proses pembinaan yang konsisten, dukungan kompetisi dan ahsilnya diapresiasi, tegas Wathoni.(01)







