Menu

Mode Gelap

Derap Nusantara · 20 Feb 2025 09:17 WITA ·

Bakal Kena Efisiensi Anggaran, Pimpinan Madrasah Meradang


 Bakal Kena Efisiensi Anggaran, Pimpinan Madrasah Meradang Perbesar

Lombok Timur – Penjelasan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam beberapa media baik elektronik maupun media cetak yang menyebutkan bahwa efisiensi anggaran tidak menyasar bidang pendidikan ternyata masih menimbulkan tanda tanya.

Pasalnya, dibeberapa kementerian yang terkait pendidikan seperti di Kemendikbud dan Kemenag informasinya masih simpang siur. Apalagi khusus di kemenag saja muncul surat Dirjen Pendis Kemenag RI nomor B-135/DJ.I/KU.00.2/02/2025 tertanggal 14 Pebruari 2025 tentangTindak Lanjut Efisiensi Rekonstrksi Belanja Ditjen Pendidikan IslamTahun anggaran 2025.

Dimana salah satu isinya menjelaskan tentang bahwa Ditjen Pendidikan Islam mendapatkan kuota efisiensi tahun 2025 sebesar 10 Triliun dan didalamnya tercantum point tentang akan ada pengurangan besaran satuan BOS madrasah yakni satuan BOS jenjang MI yang tahun 2024 sebsar 900 ribu/siswa dikurangi menjadi 500 ribu/siswa/tahun, jenjang MTS tahun 2024 sebesar 1,2 juta/siswa/tahun dikurangi menjadi 600 ribu/siswa dan jenjang MA dari 1.5 juta dikurangi menjadi 700 ribu/siswa/tahun.

Dengan beredarnya surat Dirjen Pendis ini telah membuat pihak madrasah termasuk berbagai pihak yang selama ini bergelut dibidang pendidikan menjadi resah karena tentu pegurangan jumlah satuan BOS di madrasah ini akan sangat besar dampaknya bagi program layanan pendidikan di madrasah terutma di madrasah swasta yang sumber utama pembiayaan programa layanan pendidikannya bersumber dari dari BOS.

Bagaimana kita bisa menganggarkan BOS kita kena efisiensi. Seharusnya pemerintah saat ini berbipikir bagaimana menambah anggaran BOS bukan malah menguranginya,” ungkap salah satu kepala madrasah swasta di Lombok Timur dengan penuh rasa was-was.

Dengan adanya surat yang beredar ini katanya, dirinya sudah menanyakan ke berbagai pihak tentang isi surat tersebut baik ke kemenag maupun pihak pengawas tapi jawabannya kita diminta menunggu saja.

“Makanya kita khawatir dan was-was saja ini takutnya nanti benar satuan anggaran BOS madrasah dikurangi,”ujarnya.

Dengan adanya surat yang beredar ini tegasnya, sejumlah kepala sekolah meminta pemerintah berpikir ulang dan melakukan kajian yang mendalam agar efisiensi anggaran ini tidak sampai menyasar anggran pendidikan yang benar-benar sebagai penopang biaya pendidika terutama kami di madrasah swasta.

“Kalau BOS dikurangi banyak, akan banyak madrasah swasta yang gulung tikar. Kita berharap sekali pihak kemenag RI berjuang keras bersama komisi delapan DPR RI yang membidangi urusan pendidikan Islam bahu membahu berjuang satu suara agar efeiensi anggaran ini tidak sampai mengurangi dana BOS,”paparnya.

Selain itu juga, dirinya berharap kepada pemerintah untuk mendengar rintihan dari sekolah. Lebih -lebih Dana BOS madrasah awal tahun 2025 belum diterima oleh madrasah swasta, malah duluan muncul informasi akan ada pengurangan.

” Biaya untuk menyelenggarakan pendidikan di awal tahun 2025 ini saja kami harus berhutang kiri kanan dulu untuk honor guru bulan januari pebruari 2025 ini termasuk siswa kita di kelas akhir akan ujian akhir lagi, Semoga suara rintihan kami di madrasah ini juga bisa didengar oleh pemerintah khususnya Presiden Prabowo,”harapnya.(01)

Artikel ini telah dibaca 840 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

19 SD Lombok Timur Teken PKS Revitalisasi Tahap 2 di Surabaya

27 Juli 2026 - 07:38 WITA

Borong Tiga Gelar Sekaligus, Tim Paskib MAN 1 Lotim Ukir Prestasi di Lomba Se-NTB Mataram

27 Juli 2026 - 07:26 WITA

Tim Basket MAN 1 Lotim Perkuat Tim Lombok Timur Raih Medali Porprov NTB Cabang Basket

23 Juli 2026 - 08:58 WITA

Perkuat Mental Tanding, MAN 1 Lotim Kirim 16 Pesilat ke Kejuaraan Nasional di Malang

22 Juli 2026 - 07:21 WITA

Revitalisasi Tahap II, Sebanyak 19 TK/PAUD Lingkup Dikbud Lombok Timur Tandatangani PKS Di Hotel Harris Kuta Bali

21 Juli 2026 - 18:50 WITA

Haeryyatunnisa, Atlet Kickboxing Lotim Asal MAN 1 Lotim, Raih Emas di Porprov NTB 2026

19 Juli 2026 - 19:46 WITA

Trending di Mataram