Lombok Timur – Isu mutasi di lingkup pemda Lombok Timur telah mulai bergulir sejak pelantikan bupati Wakil Bupati pada akhir pebruari lalu.
Sejak itu isu mutasi pejabat mulai santer terdengar bahkan pembicaraan mutasi ini sudah menjadi pembicaraan hampir disemua kalangan di Lombok Timur. Tak terkecuali oknum timses yang memang sangat getol membicarakan mutasi bahkan sejak awal beredar berbagai ragam usul mutasi yang dalam berbagai versi, mulai versi timses dan versi relawan.
Keriuhan isu mutasi juga semakin hangat ketika bupati dan wakil bupati dalam banyak kesempatan menyampaikan akan melakukan mutasi pejabat sambil berpesan bahwa mutasi itu hal biasa, tidak perlu dirisaukan. “Silahkaan bekerja saja dengan baik”, ungkap Bupati beberapa waktu lalu.
Pernyataan bupati ini juga memantik ragam reaksi dari berbagai pihak termasuk tokoh Lombok Timur Hafsan Nirwan yang menyatakan kalau saat ini kepala daerah tidak mudah melakukan mutasi karena ada regulasi yang mengikat dan punya konsekwensi karena ada dua lembaga yang melakukan kontrol dan persetujuan usulan mutasi yakni BKN dengan sistem I-mutnya dan rekom Kemendagri.
Persetujuan BKN juga belum tentu seirama dengan Kemendagri sehingga dinamika ini tentu akan menjadi kendala. Bahkan di satu media online Kepala BKSDM Lotim Dr Mugni menyatakan untuk eselon dua harus menandatangani surat mengundurkan diri bermatre baru bisa digeser.
“kalau menolak ya belum bisa ditindaklanjuti pergeserannya,”ujarnya.
Menanggapi situasi ini wajar kalau beberapa pengamat di Lotim menyakini, mutasi di Lotim akan sulit bergerak, Pernyataan Dr Mugni yang dimuat di beberapa media online di Lotim juga ditanggapi oleh salah satu ASN yang identitasnya tidak mau ditulis di media ini mengungkapkan kalau usulan mutasi pejabat saat ini setelah berlakunya I_mut itu berat.
Bahkan katanya, kalau ada oknum dari timses salah satu pihak yang terus menakut -nakuti kita dibawah. sehingga dirinya bisa pastikan mutasi itu berat, karena banyak tahapan yang harus dilalui dan itu tidak sederhana.
“Makanya saya termasuk yang menanggapi isu mutasi itu hanya gertak sambal kalaupun bisa mungkin hanya jabatan yang kosong saja atau plt yang bisa dilakukan saat ini,”tegasnya.(01)







