Bupati Haerul Warisin: Gedung Baru Harus Megah, Fungsional, dan Cerminkan Identitas Budaya Sasak
LOMBOK TIMUR– Tahapan akhir Sayembara Desain Gedung Serbaguna Lombok Timur 2026 resmi digelar Rabu, 10/6. Lima finalis terbaik mempresentasikan karya mereka di Ruang Rapat Bupati Lombok Timur. Kegiatan dibuka langsung oleh Bupati H. Haerul Warisin didampingi Sekda H. Muhammad Juaini Taofik.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada 117 peserta, arsitek, dan dewan juri yang terlibat. Menurutnya, pembangunan gedung baru ini mendesak karena Gedung Wanita yang ada sudah berusia 30 tahun dan belum pernah direhabilitasi. Sementara kebutuhan fasilitas publik representatif terus meningkat.
“Desain terpilih harus jadi ikon baru Lombok Timur. Megah, fungsional, dan mencerminkan jati diri daerah, seperti Kantor Bupati yang mengangkat unsur budaya,” tegas Haerul Warisin.
Bupati menambahkan, pembangunan kini tidak hanya fokus di perkotaan. Wilayah perdesaan dengan potensi wisata juga jadi prioritas. Karena itu, transformasi dilakukan bertahap dan berkelanjutan di seluruh kabupaten.
Ketua IAI NTB Lalu Agus Supriadi menyebut antusiasme peserta luar biasa. Dari 320 pendaftar, 117 karya masuk dari 15 provinsi. “Ini salah satu sayembara arsitektur terbesar skala nasional. Ini bukti Lombok Timur punya daya tarik di kalangan arsitek,” ujarnya.
Gedung serbaguna ini dirancang berkapasitas 2.000 orang. Kawasan akan dilengkapi Ruang Terbuka Hijau dan fasilitas penunjang lain. IAI NTB berkomitmen mendampingi hingga tahap pembangunan demi kualitas terbaik.
Pemrakarsa sayembara, Ahmad Dewanto Hadi, menjelaskan dewan juri akan menetapkan juara 1, 2, dan 3 dari lima finalis sore ini. Selanjutnya, Bupati selaku juri agung akan memilih rancangan terbaik. Lima finalis berasal dari Jakarta, Jakarta Timur, Palembang, Jawa Tengah, dan Surabaya.
Rancangan terpilih akan masuk tahap penyusunan Detail Engineering Design. Groundbreaking ditargetkan akhir Oktober atau awal November 2026. Finalis pemenang juga akan dilibatkan sebagai advisor desain agar konsep awal tetap terjaga.
Dewanto menyebut, pembangunan ini bagian dari visi menghadirkan fasilitas MICE berskala besar di Lombok Timur. Studi kelayakan menunjukkan mayoritas masyarakat mendukung. Gedung ini diharapkan jadi sumber PAD baru dan akan dikelola profesional oleh unit khusus.
Dewan juri sayembara terdiri dari Ahmad Dewanto Hadi, Ary Indrajanto, Beni Sabara, Dewa Made Suparsa, serta budayawan Lalu Malik Hidayat selaku Sekretaris Umum Majelis Adat Sasak Lombok Timur.(01)







