Menu ✖

Mode Gelap

Lombok Timur · 15 Jun 2026 13:32 WITA ·

1448 Tebolak Sambut Tahun Baru Islam di Lotim


 Oplus_16908288 Perbesar

Oplus_16908288

Lombok Timur -Semarak Menyambut Tahun Baru Islam di kabupaten lombok timur berlangsunh meriah, Sebanyak 1.448 buah dulang nampan besar khas suku Sasak diarak secara khidmat dari Lapangan Rinjani menuju Masjid Agung Al-Mujahidin pada hari senin (15/06).

Parade kolosal ini digelar bukan sekadar sebagai pawai seremonial, melainkan menjadi wujud syukur mendalam sekaligus ruang pelestarian tradisi yang telah lama mengakar di bumi Lombok Timur.

Angka 1.448 dulang yang diarak sore itu dipilih bukan tanpa makna. Jumlah tersebut disesuaikan secara presisi untuk menyimbolkan pergantian tahun dalam penanggalan Islam yang kini memasuki tahun 1448 Hijriah.

Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menjelaskan bahwa festival ini merupakan agenda tahunan yang krusial untuk menjaga identitas religius dan kultural masyarakat. Demi menyukseskan gelaran yang berlangsung selama sepekan ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur tidak tanggung-tanggung dalam menggelontorkan dukungan finansial.

“Memang sudah agenda tahunan kita. Bahkan dianggarkan lewat APBD, sekitar 2 miliar (rupiah),” tutur Bupati yang akrab disapa H. Iron tersebut saat ditemui di sela-sela acara.

Bupati Iron menambahkan bahwa pawai taaruf ini menjadi pembuka dari rangkaian festival, dengan tujuan utama sebagai syiar sekaligus pengingat bagi masyarakat.

“Kita memberikan lambang 1448 Hijrah selaras dengan 1.448 Dulang ini, itu sebabnya jumlahnya segitu. Supaya masyarakat juga mengetahui bahwa 1 Muharam ini memang harus kita semarakkan, untuk meramaikan dan mengingatkan kepada masyarakat kita,” terangnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kekayaan budaya Sasak begitu kental terasa sepanjang rute pawai. Ribuan ibu-ibu berjalan beriringan dengan anggun, menjunjung dulang di atas kepala mereka.

Dulang-dulang tersebut berisi aneka makanan tradisional yang ditutup rapi oleh Tembolak Beak (tutup nampan yang dibuat dari daun lontar) tudung saji anyaman khas Sasak berwarna merah menyala yang melambangkan kehormatan dan kebersamaan.

Tak hanya masyarakat umum dan anggota Program Keluarga Harapan (PKH), barisan pawai juga diramaikan oleh antusiasme para pelajar hingga jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Lombok Timur.Referensi Geografis

Semangat tetep ngiring (setia mengikuti) adat leluhur ini dirasakan langsung oleh seorang warga asal Desa Pengadangan yang turut menjadi peserta pawai. Baginya, berjalan berkilo-kilometer di bawah terik senja sambil menjaga keseimbangan dulang di atas kepala adalah sebuah kehormatan, bukan beban.

“Eh capek sih, tapi saya merasa puas dan merasa bangga juga. Saya ikut karena sayang pada adat budaya leluhur kita juga,” ungkapnya engan mata berbinar.(01)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Krisis Air dan Kekeringan, Pemkab Lotim Gelar Shalat Istisqo di Halaman Kantor Bupati

8 Oktober 2026 - 12:47 WITA

Buka Bupati Cup IPSI 2026, Bupati Lotim: Silat Bukan untuk Cari Musuh

7 Oktober 2026 - 15:21 WITA

Skor Digitalisasi Lotim Tertinggi di NTB, Bupati Haerul Minta Jangan Puas: Tekan Kebocoran PAD

6 Oktober 2026 - 19:36 WITA

Usai Diperiksa BKPSDM, Oknum PPPK Kabur Hindari Wartawan

6 Oktober 2026 - 13:49 WITA

Bukti Dugaan Perselingkuhan Oknum PPPK Sudah Dikantongi, Sanksi Pemecatan Menanti

6 Oktober 2026 - 07:09 WITA

H Iron, Pesantren Tempat Tempa Adab dan Moral, Apresiasi Ponpes Thohir Yasin Terbitkan Buku Anti Kekerasan

5 Oktober 2026 - 15:19 WITA

Trending di Lombok Timur