Lombok Timur – Kasus Tewasnya Warga Binaan Lapas Selong Kabupaten Lombok Timur pada hari Sabtu tanggal (26/04) kemarin masih misteri. Pasalnya, karianto (36) tahun ditemukan meninggal dunia dalam keadaan penuh sayatan.
Karianto sendiri merupakan Warga Desa Kerumut Kecamatan Pringgabaya Lombok Timur NTB salah seorang warga binaan lapas Selong, ditemukan sudah tak bernyawa dengan luka luka bekas sayatan senjata tajam, di sungai Lingkuk Lauk Desa Tete Batu,Kecamatan Sikur,Sabtu siang (26/4).
Terhadap kasus penemuan mayat ini, dalam penyelidikan aparat kepolisian. Dan anggota polisi yang mendapat laporan langsung terjun ke TKP bersama tim Inafis dan petugas kesehatan melakukan olah TKP Dan melakukan visum terhadap korban.
“Usai visum korbanpun di serahkan ke pihak keluarga untuk proses pemakaman,”ujar Kasi Humas Polres Lombok Timur AKP Nicolas Usman.
Ia menjelaskan sebelum korban ditemukan tewas, pada hari sabtu tanggal 26 April 2025 , bertempat 11.00 wita bertempat di dusun lingkung lauk desa tete batu telah terjadi penemuan mayat di kali dusun lingkung lauk desa tete batu kec.sikur .
Menurut keterangan beberapa saksi , korban pertama kali dilhat oleh salah satu saksi pukul 10.15 wita dan berjalan menuju ke rumah mertuanya an.Marni, 50 tahun alamat dusun lingkung lauk desa tete batu , dan tiba tiba mertua korban berteriak karna melihat banyak darah di dapur dan ruang keluarga.
Melihat itu, masyarakat langsung berupaya mencari sumber darah dan masyarkat berupaya mencari dan tiba tiba korban ditemukan sudah di pinggir sungai dengan posisi terlentang dan terdapat sayatan pisau di nadi tangan kiri, melihat kejadian tersebut masyarakat langsung menghubungi Bhabinkamtibmas desa tete batu.
“Adapun hasil pemeriksaan luar Dokter PKM Sikur dr Rinja ada lebam di pipi kanan dan bibir, luka di pinggang dan sayatan di nadi tangan kiri akibat sayatan,”jelasnya.
Sementara itu, Menanggapi terkait adanya pemberitaan yang beredar di masyarakat pada beberapa kanal media Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Selong Kanwil Ditjen Pemasyarakatan NTB, Ahmad Sihabudin menegaskan bahwa telah mendapatkan informasi dari petugas di Pos Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Menanga Baris hari sabtu, 26 april 2025 siang hari pada saat apel pengecekan siang bahwa terdapat Warga Binaan yg melaksanakan Asimilasi tidak berada di tempat.
Petugas pengamanan melakukan pengecekan seluruh warga binaan yang bekerja di SAE Menanga Baris dan pada saat itu juga diketahui salah satu warga binaan an. Karianto (36) tidak berada di lokasi, kemudian petugas pengamanan langsung melakukan pencarian di sekitar Menanga Baris dan dinyatakan melarikan diri.
Sekitar sebelum sholat Azhar pihak Lapas mendapatkan informasi dari Pihak Kepolisian bahwa telah ditemukan mayat di Sungai Dusun Lingkung Lauq Desa Tetebatu Kec. Sikur Kabupaten Lombok Timur dengan ciri ciri seperti warga binaan yang melarikan diri.
Setelah mendapatkan informasi tersebut pihak Lapas melakukan pengecekan kesesuaian ciri ciri oleh pihak Kepolisian di RSUD Selong dan dinyatakan bahwa Jenazah yang ditemukan merupakan *benar Narapidana yang MELARIKAN DIRI dari SAE Menange Baris*
Kemudian pihak Lapas melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan keluarga WBP. Lapas Kelas II B Selong menyerahkan dan mendukung sepenuhnya proses selanjutnya ke pihak kepolisian.
Keberadaan SAE Managa Baris sebagi salah satu bentuk mendukung program pemerintah dalam hal ini terkait ketahanan pangan, Lapas Selong memberdayakan warga binaan untuk diasimilasikan di POS SAE Menanga Baris untuk program pertanian, peternakan dan pariwisata pantai dengan hasil panen
“Terkait dengan kejadian ini pihak Lapas Selong akan melakukan evaluasi terkait dengan penempatan petugas pengamanan dan pengawasan di Pos SAE Menanga Baris”, ungkap Ahmad Sihabudin selaku Kalapas Selong.(01)







