Menu

Mode Gelap

Lombok Timur · 12 Mei 2026 17:05 WITA ·

Massa Minta Usut Kasus Chromebook dan Darmaga Labuhan Haji, TNI Halau Massa dengan Laras Panjang


 Foto: Sejumlah anggota TNI yang mengamankan aksi unjuk rasa di kantor kejaksaan lombok timur pada hari selasa (12/05) Perbesar

Foto: Sejumlah anggota TNI yang mengamankan aksi unjuk rasa di kantor kejaksaan lombok timur pada hari selasa (12/05)

Lombok Timur – Aksi unjuk rasa yang digelar Gerakan Anti Korupsi di Kantor Kejaksaan Negeri Lombok Timur, Selasa (12/05), diwarnai sorotan terhadap kehadiran anggota TNI bersenjata laras panjang yang turut melakukan pengamanan.

Belasan massa aksi mendatangi Kantor Kejari Lotim untuk mendesak penuntasan sejumlah kasus dugaan korupsi. Dalam orasinya, massa meminta kejaksaan mengusut tuntas kasus pengadaan Chromebook, pembangunan Dermaga Labuhan Haji, pengadaan buku, serta perkara lain yang sedang ditangani.

Pantauan di lapangan, sejumlah personel TNI dari Kodim 1615/Lombok Timur berseragam lengkap dan membawa senjata laras panjang tampak berjaga di pintu gerbang kantor kejaksaan. Komandan Kodim 1615 Lotim Letkol Inf. Ery A juga terlihat berada di lokasi pengamanan.

Kehadiran aparat TNI tersebut menuai pertanyaan dari massa aksi. Ketua Gerakan Anti Korupsi, Ihwan, dalam orasinya mempertanyakan dasar pelibatan TNI dalam pengamanan aksi di kantor kejaksaan.

“Yang kami sesalkan, kenapa kami selaku mahasiswa dan masyarakat harus dijaga oleh TNI di kejaksaan,” kata Ihwan di depan massa.

Sejumlah mahasiswa yang ikut aksi mengaku terkejut dengan pengamanan tersebut. “Kita kaget kejaksaan diamankan TNI bersenjata lengkap,” ujar salah satu peserta aksi.

Orator aksi secara bergantian juga menyampaikan bahwa pengamanan unjuk rasa merupakan ranah kepolisian. “Kami pertanyakan kenapa TNI mengamankan aksi, padahal polisi ada. Ini sudah menyalahi wewenang, maka layak dikembalikan ke barak,” teriak salah satu orator.

Aksi sempat memanas ketika salah seorang peserta mencoba menggoyang pintu gerbang Kantor Kejari Lotim. Tindakan itu direspons personel pengamanan yang berjaga di lokasi.

Dalam orasinya, Ihwan menegaskan tuntutan massa agar seluruh kasus dugaan korupsi ditangani hingga tuntas. “Kami minta semua kasus korupsi harus tuntas, jangan ada permainan dalam kasus tersebut,” katanya.

Terpisah, salah satu anggota TNI yang bertugas di lokasi menyatakan bahwa kehadiran mereka merupakan pelaksanaan perintah pimpinan. “Kami hanya menjalankan perintah pimpinan saja,” ujarnya.(01)

Artikel ini telah dibaca 61 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bupati Lotim Ajak Masyarakat Sukseskan Pendataan Perlinsos (Perlindungan Sosial) 2026

28 Juli 2026 - 20:15 WITA

30 Tahun Kudatuli, DPC PDI Perjuangan Lombok Timur Gelar Zikir dan Doa Bersama

27 Juli 2026 - 19:59 WITA

H Iron, Kemajuan Daerah Berawal dari Kesehatan, Dokter Jadi Fondasi Utama

27 Juli 2026 - 10:38 WITA

Konfercab PMII Lotim Tahun 2026, Ihwan Nawadi Najar Nahkodai PMII Lotim 

27 Juli 2026 - 09:48 WITA

19 SD Lombok Timur Teken PKS Revitalisasi Tahap 2 di Surabaya

27 Juli 2026 - 07:38 WITA

ICM Green Circular Community Bersama Pemdes dan Masyarakat Gelar Aksi Clean Up dan Penanaman Mangrove di Desa Jerowaru

25 Juli 2026 - 20:48 WITA

Trending di Lombok Timur