Lombok Timur — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jerowaru 1, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur diduga menyajikan menu makanan yang berbeda dari daftar yang dilaporkan ke Badan Gizi Nasional (BGN). Perbedaan itu diketahui setelah label menu beredar di kalangan penerima manfaat.
Berdasarkan label yang dikirim ke BGN, menu yang seharusnya disajikan terdiri dari nasi, bakso kuah, kacang goreng, capcay wortel, sawi, buncis, dan buah jeruk.
Namun menurut keterangan salah satu wali murid, buah yang diterima anak-anak bukanlah jeruk, melainkan buah kelengkeng.
“Namun fakta di lapangan, buah yang disajikan adalah buah kelengkeng. Ini tentunya ada unsur dugaan penipuan ke BGN,” ujar wali murid tersebut kepada media ini.
Ia menduga perbedaan antara label dan menu aktual merupakan cara pihak dapur untuk membuat laporan berbeda ke pusat.
“Ini salah satu cara dapur membohongi BGN dan meraup keuntungan,” katanya.
Menanggapi tudingan tersebut, Kepala SPPG Jerowaru 1, Febri, membantah ada unsur kesengajaan. Ia menyebut perbedaan itu terjadi karena kesalahan pada proses percetakan label.
“Kesalahan label bukan dilakukan dengan sengaja, tetapi murni kesalahan pada percetakan. Karena buahnya datangnya malam, labelnya sudah jadi,” jelas Febri.
Febri menegaskan, pihaknya tidak berniat melakukan pembohongan apalagi penipuan kepada BGN. Ia menyebut kejadian ini akan menjadi evaluasi internal agar pencetakan label dan pengadaan bahan makanan lebih sinkron ke depan.(01)






