Menu

Mode Gelap

Mataram · 20 Apr 2025 21:36 WITA ·

Tokoh Perempuan NTB Dukung Gubenur Penggabungan OPD 


 Tokoh Perempuan NTB Dukung Gubenur Penggabungan OPD  Perbesar

MATARAM– Salah satu tokoh perempuan Nusa Tenggara Barat,Prof. Dr. Hj. Warni Djuwita mendukung rencana Gubenur NTB untuk melakukan penggabungan terhadap sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di jajaran lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB.

” Sepanjang tidak ada yang dirugikan dalam penggabungan OPD itu kita dukung,”tegas Warni Djuwita.

Warni yang juga Pemucuk Dewan Bini Sasak Majelis Adat Sasak NTB mengatakan  dalam pernyataannya Gubenur NTB telah menyampaikan dengan jelas bahwa penggabungan OPD Pemprov NTB bukan untuk melemahkan.

Akan tapi justru agar lebih efektif dan dirasakan langsung oleh masyarakat bahwa pemerintah Daerah telah berbuat dan memberikan dampak langsung terhadap masyarakat.

” Penggabungan OPD yang akan dilakukan Gubenur tentunya mengacu pada regulasi dan kajian yang matang,” terangnya seraya menandaskan kembali dirinya melihat juga adanya efisiensi anggaran berpengaruh terhadap rencana penggabungan OPD

Sementara dari data yang dihimpun menyebutkan beberapa OPD yang akan digabungkan, diantaranya, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perindustrian dan Dinas Perdagangan, digabung menjadi Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoprindag).

Lalu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dengan Dinas Perumahan dan Permukiman akan digabung menjadi Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Permukiman.Setelah itu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Dinas Pemuda dan Olahraga menjadi Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga.

Sementara untuk Kebudayaan akan dibentuk Dinas sendiri menjadi Dinas Kebudayaan, khususnya budaya di NTB beragam yaitu Sasak, Samawa dan Mbojo.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dan Dinas Pertanian dan Perkebunan akan digabung menjadi Dinas Pertanian, Peternakan dan Tanaman Pangan.

Dinas Pariwisata tetap berdiri sendiri, namun ditambahkan dengan Ekonomi Kreatif.Sedangkan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A2KB) akan di bagi ke Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan yaitu Dinas Sosial akan ditambah menjadi Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak sedangkan Dinas Kesehatan akan di tambah menjadi Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.

Untuk Biro di Lingkungan Sekertaris daerah NTB juga akan digabung, diantaranya,Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) akan digabung dengan Biro Umum menjadi Biro Umum dan Protokol Setda NTB,Biro Administrasi Pembangunan digabung bersama Biro Perekonomian menjadi Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan.

Sementara biro yang lainnya masih tetap dipertahankan, seperti Biro Organisasi, Biro Pemerintahan, Biro Pengadaan Barang dan Jasa dan Biro Hukum.

Ditempat terpisah Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi NTB,Nursalim kepada awak media mengatakan dibutuhkan waktu sekitar 3 bulan untuk mengesahkan OPD yang akan digabungkan dengan proses awal bersurat kepada DPRD NTB untuk membahas terkait dengan anggaran, kemudian dibentuknya Pansus oleh DPRD NTB untuk melakukan Study Banding ke provinsi yang sebelumnya telah menggabungkan OPD tersebut.

” Dalam rapat paripurna nantinya untuk kesepakatan bersama perihal penggabungan OPD tersebut dan proses terakhir Pemprov. NTB akan bersurat ke Kemendagri RI untuk disahkan,” tegasnya.(*)

Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dua Siswi MAN 1 Lotim Raih Dua Juara di Olimpade Bank Indonesia

15 Mei 2026 - 22:13 WITA

Ketua Muda Mandalika Dukung KPK Usut Dugaan Korupsi KIP Kuliah di NTB

8 Mei 2026 - 12:54 WITA

Pelaku Dugaan Penyekapan dan Pemerkosaan Anak di Dompu Ditangkap

27 April 2026 - 18:10 WITA

Resmi di Lantik, Ketua Umum HMI Cabang Mataram Tekankan Jaga semangat Keislaman dan Kebangsaan

17 Februari 2026 - 18:24 WITA

Polda NTB Usut Kasus TPP Mantan Bupati dan Wabup Lotim Tahun 2021 dan 2022 

2 Januari 2026 - 18:45 WITA

IAIA NU Lotim Tandatangani MoU dengan Universiti Sultan Zainal Abidin

15 November 2025 - 19:44 WITA

Trending di Mataram