Lombok Timur – Pasca Ambruknya Plapon Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Koperasi Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM) membuat mantan Kabid Keperasi UMKM angkat bicara.
Menurut Muh Hirsan, kerusakan plafon PLUT ini diduga disebabkan dengan banyaknya daun diatap yang kemudian merambat ke saluran air.
“Kami menduga disana disebabkan dengan daun yang tidak pernah di perbaiki, terutama di saluran air, “katanya.
Meski demikian, adanya kerusakan yang menyebabkan plapon ambruk ini, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK) yang kemudian oleh PPK langsung berkomunikasi untuk dilakukan perbaikan.
“Karena masa pemelihatan sudah habis tahun 2025, kami meminta rekanan unruk membantu perbaikan, dan oleh rekanan siap membantu perbaiki, tapi masih menunggu waktu,”katanya.
Pembangunan pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Koperasi Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM) dilakukan pada tahun 2024 yang lalu. Hanya saja, belum diresmikan plapon bangunan ini sudah ambruk dan bocor.
Menurut Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Zulkarnen membenarkan kalau plapon PLUT ini bocor yang kemudian menyebabkan ambruk.”Benar ada yang ambruk, tapi hanya beberapa saja,”akunya pada media ini senin (12/01).
PLUT ini dulu dibangun pada tahun 2024, dimana saat itu yang menjad Pejabat Pembuat Komitmen saat itu Makrifaullah. “Yang ambruk ini sekarang sedang dilakukan perbaikan kembali oleh rekanan, katanya.
Untuk diketahui PLUT yang dibangun tersebut merupakan suatu bentuk wadah bagu pelaku UMKM untuk mendapatkan pelayanan dari segi pengemasan produk, pelatihan, permodalan, bahkan sampai perizinan.
Adapun sumber danannya dari pusat yakni Kementerian Koperasi senilai Rp sekitar 8,7 miliar itu juga menyiapkan 20 item jenis bangunan baik dari galeri sampai tempat ibadah.(01)







