Menu

Mode Gelap

Lombok Timur · 12 Jan 2026 09:15 WITA ·

Perekrutan SPPG MBG Jerogunung diduga Ada Nepotisme dan Terima Suap


 Foto : Dapur MBG jerogunung kecamatan sakra barat Perbesar

Foto : Dapur MBG jerogunung kecamatan sakra barat

Lombok Timur – Perekrutan karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di desa jerogunung milik Yayasan Dihaul Fikri diduga di isi oleh keluarga dari pengurus MBG atas nama Pak Jo.

Bagaimana tidak, dapur yang secera geografis berada di wilayah dusun gerisak pendem ini tidak mengakomodir warga setempat yang sesuai dengan hasil kesepakatan awal

“Yang paling banyak ini warga montong tebolak, karena pak jo ini kan warga sana, jadi saya lihat hanya keluarganya dia saja yang diterima,”ungkap iwan warga dusun gerisak pendem.

Menurut dia, perekrutan karyawan SPPG ini diikuti hampir ratusan orang. Hanya saja, dalam penerimaanya karyawan yang lulus merupakan karyawan yang memiliki hubungan keluarga dengan pengurus dan merupakan keluarga dari pemilik rumah.

“Awalnya sebelum berdiri, pengurus ini janji akan merekrut warga setempat, tapi faktanya hanya tukang sapu saja yang diterima,”katanya.

Dengan melihat hasil dari perekrutan yang tidak mengakomodir warga setempat, iwan menyebut warga setempat hanya menjadi penonton saja, dan menerima limbah dari dapur.

“Masak warga setempat hanya sebagai penerima limbah saja, sementara warga setempat banyak yang ingin bekerja,”katanya

Bukan hanya itu, sejumlah pendaftar yang tidak lulus menyebut yang lulus menjadi karyawan ini merupakan orang – orang yang berani membayar. Oleh karena itu, agar permasalahan ini tidak meluat, dirinya meminta kepada BGN agar mengevaluasi kembali.

“Mau jadi tukang cuci piring saja harus bayar, masak begini cara kerjanya, “geramnya.

Ssmentara itu, Pak yang dikompirmasi membantah kalau ada nipotisme dalam perekrutan SPPG ini. Menurutnya, penilaian itu sudah ada hasil seleksi.

“Kalau keluarga saya yang lulus itu hanya 6 orang, selebihnya ada titipan teman – teman,”akunya.

Menurut dia, mengacu pada juknis BGN warga yang ada harus t tenaga lokal 30%, tetapi kita sudah mengambil lebih dari itu. “warga jerogunung 3 per kadus, Kali 5 sudah 15, dtambah gerisak pendem, kengkang boyemare dan pematung masing- masing punya perwakilan,”katanya.

Sementara itu, H Pemilik Dapur MBG H Daeng Paelori yang dikompirmasi mengatakan, dalam perekrutan ini Harus masyarakat setempat yang di perkerjakan. Keluarga – keluargayang miskin extrim,, ibu-ibu yang jadi tulang punggung keluarga,para pemuda yang tidak punya pekerjaan.(01)

Artikel ini telah dibaca 67 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Mengenal Fitri, Siswi MAN 1 Lotim Ikuti Seleksi Paskibraka Nasional 2026

16 Mei 2026 - 21:10 WITA

Mengenal Baiq Azellea Kinantara Halbariz, Finalis Putri Pendidikan NTB 2026

14 Mei 2026 - 19:28 WITA

Purna Tugas Bukan Akhir Pengabdian, Bupati Lotim Lantik 87 Pj Kades dan Tekankan Amanah Harus Dijaga

13 Mei 2026 - 13:45 WITA

Massa Minta Usut Kasus Chromebook dan Darmaga Labuhan Haji, TNI Halau Massa dengan Laras Panjang

12 Mei 2026 - 17:05 WITA

Putusan Hakim Terkait Chromebook Sudah Keluar, Kejari Lotim Masih Bungkam

12 Mei 2026 - 13:09 WITA

BBM Campur Air Beredar, Polres Lotim Buru Pelaku

7 Mei 2026 - 08:58 WITA

Trending di Hukum & Kriminal