Lombok Timur – Perekrutan karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di desa jerogunung milik Yayasan Dihaul Fikri diduga di isi oleh keluarga dari pengurus MBG atas nama Pak Jo.
Bagaimana tidak, dapur yang secera geografis berada di wilayah dusun gerisak pendem ini tidak mengakomodir warga setempat yang sesuai dengan hasil kesepakatan awal
“Yang paling banyak ini warga montong tebolak, karena pak jo ini kan warga sana, jadi saya lihat hanya keluarganya dia saja yang diterima,”ungkap iwan warga dusun gerisak pendem.
Menurut dia, perekrutan karyawan SPPG ini diikuti hampir ratusan orang. Hanya saja, dalam penerimaanya karyawan yang lulus merupakan karyawan yang memiliki hubungan keluarga dengan pengurus dan merupakan keluarga dari pemilik rumah.
“Awalnya sebelum berdiri, pengurus ini janji akan merekrut warga setempat, tapi faktanya hanya tukang sapu saja yang diterima,”katanya.
Dengan melihat hasil dari perekrutan yang tidak mengakomodir warga setempat, iwan menyebut warga setempat hanya menjadi penonton saja, dan menerima limbah dari dapur.
“Masak warga setempat hanya sebagai penerima limbah saja, sementara warga setempat banyak yang ingin bekerja,”katanya
Bukan hanya itu, sejumlah pendaftar yang tidak lulus menyebut yang lulus menjadi karyawan ini merupakan orang – orang yang berani membayar. Oleh karena itu, agar permasalahan ini tidak meluat, dirinya meminta kepada BGN agar mengevaluasi kembali.
“Mau jadi tukang cuci piring saja harus bayar, masak begini cara kerjanya, “geramnya.
Ssmentara itu, Pak yang dikompirmasi membantah kalau ada nipotisme dalam perekrutan SPPG ini. Menurutnya, penilaian itu sudah ada hasil seleksi.
“Kalau keluarga saya yang lulus itu hanya 6 orang, selebihnya ada titipan teman – teman,”akunya.
Menurut dia, mengacu pada juknis BGN warga yang ada harus t tenaga lokal 30%, tetapi kita sudah mengambil lebih dari itu. “warga jerogunung 3 per kadus, Kali 5 sudah 15, dtambah gerisak pendem, kengkang boyemare dan pematung masing- masing punya perwakilan,”katanya.
Sementara itu, H Pemilik Dapur MBG H Daeng Paelori yang dikompirmasi mengatakan, dalam perekrutan ini Harus masyarakat setempat yang di perkerjakan. Keluarga – keluargayang miskin extrim,, ibu-ibu yang jadi tulang punggung keluarga,para pemuda yang tidak punya pekerjaan.(01)







