Menu ✖

Mode Gelap

Lombok Timur · 23 Okt 2025 19:38 WITA ·

Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Petani di Lotim Gembira


 Foto : Kepala Dinas Pertanian Lombok Timur Lalu Fathul Kasturi Perbesar

Foto : Kepala Dinas Pertanian Lombok Timur Lalu Fathul Kasturi

Lombok Timur – Kabar baik datang untuk seluruh petani di Indonesia, termasuk para petani di Kabupaten Lombok Timur. Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) secara resmi menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi untuk berbagai jenis pupuk.

Menindaklanjuti hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur Lalu Fathul Kasturi pada hari Kamis (23/10/2025), menyampaikan bahwa penurunan harga pupuk ini menjadi angin segar bagi para petani, terutama menjelang musim tanam (MT) mendatang.

“Alhamdulillah, sejak tanggal 22 Oktober 2025 harga pupuk turun, kebijakan ini sangat membantu petani. Harga pupuk subsidi turun sekitar 20 persen. Petani kini bisa membeli pupuk dengan harga jauh lebih terjangkau,”katanya.

Ia merinci harga pupuk subsidi yang diturunkan, mulai dari urea dari Rp 2.250/kg turun Rp 450/kg menjadi Rp 1.800/kg atau per sak dari Rp 112.500 turun menjadi Rp 90.000 atau per kemasan 50 jg. Kemudian, untuk pupuk NPK Rp 2.300/kg menjadi Rp 1.840/kg.

Sementara harga pupuk NPK per sak dari Rp 115.000 menjadi Rp 92.000. Selanjutnya, Pupuk NPK untuk Kakao Rp 2.640/kg atau Rp 132.000 per sak kemasan 50 kg, Pupuk ZA Rp 1.360/kg atau Rp 68.000 per sak kemasan 50 kg dan Pupuk Organik Rp 640/kg atau Rp 25.600 per sak kemasan 40 kg.

 “Dengan adanya penurunan harga ini, tentu membuat angin segar bagi petani kita,”katanya.

Dengan adanya penurunan harga pupuk ini katanya, tentunya akan langsung di tindaklanjuti oleh dinas, dengan mensosialisasikan kepada semua masyarakat melalui para penyuluh dan UPT yang ada.

Adapun jumlah alokasi pupuk Urea di lombok timur sebanyak 31.384, yang terealisasi hingga saat ini sebanyak 16,573,80 atau sebanyak 57,81 Persen. Untuk pupuk NPK Alokasinya 29, 932, realisasi 10,905,16 atau sebanyak 36,43 Persen.

“Sedangkan untuk pupuk organik alokasinya 8,684, yang terealisasi sebanyak 1478,20 atau 17, 02 persen,”ungkapnya.

Dengan adanya alokasi pupuk yang tersedia saat ini, artinya petani Lombok Timur sudah tidak kekurangan pupuk. Untuk itu, ia berharap agar sisa pupuk yang masih ada ini agar segera terealisasi ke petani.

“Kita tidak mau sisa yang ada saat ini masih sampai tahun depan, karena sekarang ini kita sudah mulai menyusun RDKK, “katanya.

Sementara itu, salah seorang petani asal sakra barat dewi mengaku senang dengan adanya penurunan harga pupuk. Terutama pupuk urea yang biasa digunakan oleh petani. Dengan adanya penurunan harga ini katanya, tentu akan menguntungkan petani.

“Sekarang pupuk sudah banyak, harga sudah turun, tinggal bagaimana pengawasannya dilapangan agar petani tidak membeli dengan harga yang tinggi,”harapnya.(01)

Artikel ini telah dibaca 101 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Krisis Air dan Kekeringan, Pemkab Lotim Gelar Shalat Istisqo di Halaman Kantor Bupati

8 Oktober 2026 - 12:47 WITA

Buka Bupati Cup IPSI 2026, Bupati Lotim: Silat Bukan untuk Cari Musuh

7 Oktober 2026 - 15:21 WITA

Skor Digitalisasi Lotim Tertinggi di NTB, Bupati Haerul Minta Jangan Puas: Tekan Kebocoran PAD

6 Oktober 2026 - 19:36 WITA

Usai Diperiksa BKPSDM, Oknum PPPK Kabur Hindari Wartawan

6 Oktober 2026 - 13:49 WITA

Bukti Dugaan Perselingkuhan Oknum PPPK Sudah Dikantongi, Sanksi Pemecatan Menanti

6 Oktober 2026 - 07:09 WITA

H Iron, Pesantren Tempat Tempa Adab dan Moral, Apresiasi Ponpes Thohir Yasin Terbitkan Buku Anti Kekerasan

5 Oktober 2026 - 15:19 WITA

Trending di Lombok Timur