Menu ✖

Mode Gelap

Lombok Timur · 12 Okt 2026 10:06 WITA ·

MTQH XXXII Kecamatan Sakra Barat Dibuka Meriah, Soroti Lemahnya Pembinaan Guru Ngaji


 Foto : Ketua Panitia MTQH Sakra Barat TGH Ruslan Gunawan, Lc bersama Camat Sakra Kamaludin dan Kepala UPTD Dikbud Muhammad Taufik Ismail. Perbesar

Foto : Ketua Panitia MTQH Sakra Barat TGH Ruslan Gunawan, Lc bersama Camat Sakra Kamaludin dan Kepala UPTD Dikbud Muhammad Taufik Ismail.

Lombok Timur – Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) ke-XXXII tingkat Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur, resmi dibuka. Pembukaan diawali dengan pawai taaruf yang diikuti ribuan siswa dari seluruh sekolah di wilayah Sakra Barat bersama pemerintah desa.

Ketua Panitia MTQH Kecamatan Sakra Barat, TGH Ruslan Gunawan, L.c mengatakan MTQH tahun ini menjadi momentum evaluasi pembinaan Al-Qur’an di tingkat desa.

Menurutnya, secara struktur Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) sudah ada di setiap desa. Sekretaris Desa merupakan Ketua LPTQ desa secara ex officio, sementara Sekretaris Camat menjadi ketua di tingkat kecamatan.

“Kalau LPTQ kan banyak sekali di Sakra Barat ini. Setiap desa ada. Sekdes itu ketua LPTQ ex officio. Pembinaannya tinggal dari desa, kan punya anggaran APBDes,” ujar TGH Ruslan di sela acara pembukaan, Senin (12/10).

Ia menyoroti kondisi Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang banyak tidak berjalan. Dari pantauannya, banyak guru ngaji hanya mendapat insentif Rp 300 ribu per bulan, sehingga tidak bertahan karena tuntutan ekonomi. Banyak yang memilih merantau ke Malaysia.

“Yang terjadi guru ngaji tidak jalan. Yang bertahan membina anak-anak TPQ di rumah di mushola. Karena tuntutan hidup ke Malaysia, bubar TPQ-nya. Anak-anak kembali main, kembali ke kenakalan remaja,” katanya.

Tantangan pembinaan kini dinilai semakin kompleks dengan masifnya penggunaan gawai dan jajanan digital di kalangan anak. Serangan moral melalui media digital semakin keras, sementara pembinaan agama melemah.

“HP ini tantangan kita. Kerusakan moral lewat digital ini ditambah lemahnya pembinaan,” ucapnya.

Terkait kepesertaan, MTQ tahun ini diikuti 1.144 peserta. Jumlah tersebut belum maksimal dari target. Jika setiap desa mengutus 38 peserta secara penuh untuk semua cabang lomba seperti tahfidz, tilawah, syarhil, fahmil, pidato dan cerdas cermat, seharusnya peserta bisa mencapai 1.444 orang.

“Faktanya ada desa yang hanya mengutus 10, ada yang 5, ada yang 20. Bahkan ada sekitar 3 desa yang tidak mengutus sama sekali,” ungkapnya.

Ia menilai potensi Sakra Barat sangat besar. Banyak pondok pesantren, tuan guru, dan anak-anak yang rajin mengaji di masjid-masjid. Namun potensi tersebut belum dibarengi pembinaan dan anggaran yang memadai.

“Selong, Jerowaru, Keruak, Aikmel, Suralaga itu pemain-pemain lama. Kita ini pusat tuan guru, pusat pondok. Cuma pembinaan dari pondok dan madrasah yang perlu kita garap. Makanya rangsangannya adalah mengadakan lomba setiap tahun,” ujarnya.

Ke depan, TGH Ruslan berharap ada keberpihakan anggaran dari pemerintah kabupaten. Ia mengusulkan agar Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) dapat mengalokasikan anggaran khusus pembinaan, misalnya Rp 100 juta per kecamatan untuk pembinaan MTQ dan keagamaan.

“Selama ini anggaran lebih banyak untuk pembangunan fisik seperti jembatan, gedung, irigasi dan gang. Padahal pembangunan manusia itu penting. Kalau manusianya rusak, gang cepat rusak. Tapi kalau manusianya kuat, mereka akan jaga sendiri,” pungkasnya.

Prestasi Lombok Timur sendiri, kata dia, cukup membaik setelah meraih juara dua besar pada MTQ tingkat Provinsi NTB di Lombok Tengah sebelumnya.(01)

Artikel ini telah dibaca 74 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pertahankan Prestasi, TPAKD Lombok Timur Terbaik se-Nusra Maluku-Papua

22 Oktober 2026 - 19:18 WITA

Punya 289 Ponpes, Wabup Dorong FKSPP Jadi Wadah Replikasi Keunggulan

22 Oktober 2026 - 16:32 WITA

Didorong Sahabat TANGGUH, Hulyani Siap Maju di Pilkades Danger 2027

22 Oktober 2026 - 12:17 WITA

Dukung SMK Go Global, SMKN 1 Keruak Jadi Lokasi Pelatihan dan Sertifikasi Teknis Aquaculture

22 Oktober 2026 - 12:06 WITA

Wakil Bupati Hadiri GPIPS NTB di Lombok Tengah, Lombok Timur Teken KAD Pangan

21 Oktober 2026 - 17:41 WITA

Didorong Warga, Abdul Halil Resmi Daftar Sebagai Calon Kepala Desa Boyemare, Usung Visi MAPAN

21 Oktober 2026 - 11:20 WITA

Trending di Lombok Timur