Menu ✖

Mode Gelap

Lombok Timur · 5 Okt 2026 15:19 WITA ·

H Iron, Pesantren Tempat Tempa Adab dan Moral, Apresiasi Ponpes Thohir Yasin Terbitkan Buku Anti Kekerasan


 H Iron, Pesantren Tempat Tempa Adab dan Moral, Apresiasi Ponpes Thohir Yasin Terbitkan Buku Anti Kekerasan Perbesar

Lombok Timur— Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menegaskan bahwa pesantren bukan sekadar wadah menimba ilmu pengetahuan umum dan agama, khususnya Islam, tetapi juga tempat memahami isi Al-Qur’an, mempelajari adab, akhlak, kedisiplinan, serta moral sesuai tuntunan Islam.

Hal itu disampaikannya saat membuka acara Bedah Buku Ponpes Thohir Yasin yang berjudul “Menolak Kekerasan di Pesantren”, di Gedung Rektorat Ma’had Aly Thohir Yasin, Senin (5/10).

Bupati memuji langkah Pondok Pesantren Thohir Yasin yang berani menerbitkan buku mengenai isu sensitif tersebut. Menurutnya, sejauh ini belum ada pondok pesantren lain yang mengambil langkah serupa, sehingga tindakan ini menjadi bukti nyata komitmen pesantren dalam mencegah terjadinya kekerasan seksual maupun fisik di lingkungan pesantren.

“Para orang tua mempercayakan anak-anak mereka ke pesantren dengan harapan mereka mendapatkan pemahaman yang utuh mengenai hal-hal tersebut,” ujar Bupati.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengutip petikan Surah Al-Baqarah yang mengingatkan agar manusia tidak berbuat sesuka hati, karena Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Ia menjelaskan maknanya adalah sesama manusia harus saling menghargai.

“Tidak boleh ada perundungan, pelecehan, olok-olokan, perundungan verbal, maupun caci maki. Bupati bersyukur hal-hal tersebut tidak terjadi di ponpes ini, sesuai dengan harapan para orang tua,” tegasnya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada penulis buku, Joko Jumadi, yang telah menulis buku tersebut dan berharap dapat menjadi penular semangat positif. Ia berharap kegiatan bedah buku serupa dapat dilaksanakan di ponpes-ponpes lainnya di Lombok Timur.

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa buku yang telah dicetak ini wajib dipelajari dan dipahami oleh para ustadz, guru, pemangku kepentingan, santri, hingga wali santri demi menjaga anak-anak mereka.

“Buku ini harus dibaca dan dipraktikkan secara nyata, bukan hanya dibaca judulnya lalu disimpan di rak,” kata Bupati.

Ia menambahkan bahwa kapabilitas narasumber yang mengisi acara bedah buku ini sudah tidak diragukan lagi.

“Pemda Lotim sangat mengapresiasi dan menyambut baik acara ini. Bahkan begitu melihat selebaran (flyer) acaranya, saya langsung memutuskan untuk hadir. Saya berharap buku yang disajikan tersebut dapat dipraktikkan dan diresapi oleh semua pihak,” pungkasnya.

Acara bedah buku tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, Ketua Yayasan, Tuan Guru, jajaran pengurus Thohir Yasin, ustadz-ustadzah, perwakilan Kementerian Agama, serta para santri.(01)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pertahankan Prestasi, TPAKD Lombok Timur Terbaik se-Nusra Maluku-Papua

22 Oktober 2026 - 19:18 WITA

Punya 289 Ponpes, Wabup Dorong FKSPP Jadi Wadah Replikasi Keunggulan

22 Oktober 2026 - 16:32 WITA

Didorong Sahabat TANGGUH, Hulyani Siap Maju di Pilkades Danger 2027

22 Oktober 2026 - 12:17 WITA

Dukung SMK Go Global, SMKN 1 Keruak Jadi Lokasi Pelatihan dan Sertifikasi Teknis Aquaculture

22 Oktober 2026 - 12:06 WITA

Wakil Bupati Hadiri GPIPS NTB di Lombok Tengah, Lombok Timur Teken KAD Pangan

21 Oktober 2026 - 17:41 WITA

Didorong Warga, Abdul Halil Resmi Daftar Sebagai Calon Kepala Desa Boyemare, Usung Visi MAPAN

21 Oktober 2026 - 11:20 WITA

Trending di Lombok Timur