Menu

Mode Gelap

Pendidikan · 3 Sep 2026 12:20 WITA ·

Oknum Guru Diduga Aniaya Siswi di SMPN 2 Masbagik, Kasus Diselesaikan Secara Kekeluargaan


 Oplus_16908288 Perbesar

Oplus_16908288

Lombok Timur – Seorang siswi SMPN 2 Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, diduga menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh salah satu oknum guru. Peristiwa tersebut sempat viral di media sosial setelah beredar informasi bahwa korban mengalami luka memar pada bagian mata.

Kepala SMPN 2 Masbagik, Indiarini, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan kasus ini telah diselesaikan di tingkat sekolah bersama pihak keluarga kedua belah pihak.

“Kasus ini baru saja kita selesaikan dengan semua pihak, dan Alhamdulillah sekarang kedua belah pihak sudah berdamai,” ujar Indiarini saat dikonfirmasi, kamis  (3/9/2026).

Menurut Indiarini, peristiwa itu terjadi saat jam pelajaran berlangsung. Saat itu guru mata pelajaran sedang memberikan Lembar Kerja Siswa (LKS).

“Kasus ini terjadi saat guru mata pelajaran sedang memberikan LKS. Pada saat itu siswa tidak mengerjakan sesuai dengan arahan dari guru,” jelasnya.

Indiarini menyebut tindakan tersebut dilakukan secara spontan. Guru yang bersangkutan melempar spidol ke arah siswa karena tidak mengindahkan instruksi.

“Karena tidak mengindahkan arahan guru, gurunya pun secara refleks melempar siswa menggunakan spidol. Tidak ada niatan untuk memukul siswa,” katanya.

Setelah kejadian, guru tersebut langsung memberikan pertolongan. Korban juga diberi obat pada hari yang sama.

“Setelah melihat siswanya terkena spidol, kemudian guru ini langsung memberikan pertolongan kepada siswa dengan mengobati siswa. Pada hari itu juga langsung diberikan obat,” tuturnya.

Indiarini menambahkan, siswi yang bersangkutan juga mengakui bahwa dirinya bermain saat diberikan tugas.

Untuk mencegah kejadian serupa, pihak sekolah mengaku terus mengingatkan seluruh tenaga pendidik agar tidak menggunakan kekerasan, baik di dalam maupun di luar kelas.

“Kita juga sadar sekarang ini ada Undang-Undang Perlindungan Anak, jadi itu yang selalu kita ingatkan,” ujar Indiarini.

Hal senada disampaikan Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur, Samsul Wajdi. Ia memastikan kasus dugaan kekerasan di SMPN 2 Masbagik telah diselesaikan secara kekeluargaan.

“Menurut keterangan dari kepala sekolahnya, kasus ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” katanya.(01)

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dua Siswa MAN 1 Lotim Raih Juara 1 dan 3 MTQ di Hultah NWDI ke-91 Pancor

11 September 2026 - 08:22 WITA

Tiga Karateka MAN 1 Lotim Borong Juara 1 Kejuaraan Karate INKANAS NTB 2026

1 September 2026 - 22:48 WITA

Pemda Lotim Usulkan Gaji 4.886 PPPK Paruh Waktu Tenaga Pendidikan Ditanggung Pemerintah Pusat

28 Agustus 2026 - 07:24 WITA

Demi Keselamatan, Dikbud Lotim Larang Siswa SD-SMP Bawa Kendaraan Bermotor ke Sekolah

27 Agustus 2026 - 13:08 WITA

Dukung UMKM Kopi Pemuda Lombok Timur, Dosen Institut Teknologi Lombok Terapkan Mesin Sangrai Hemat Energi melalui Program PKM DPPM Kemendiktisaintek

23 Agustus 2026 - 15:51 WITA

Keren! Tim MAN 1 Lombok Timur Juara 1 Lomba Eksperimen Kimia FMIPA Unram Lewat Inovasi Bioplastik 

9 Agustus 2026 - 21:34 WITA

Trending di Pendidikan