Lombok Timur – Kebijakan internal dapur di Salah satu Dapur MBG di Lombok Timur menuai sorotan setelah beredar pesan instruksi rapat yang menyatakan relawan yang tidak mengikuti aksi damai akan dianggap mengundurkan diri.
Berdasarkan pesan yang diteruskan kepada karyawan dan mitra pada pukul 19.58, seluruh relawan kecuali kepala SPPG diwajibkan mengikuti aksi damai yang digelar demi keberlangsungan tempat kerja.
“Semua Mitra karena ini aksi damai dan demi keberlangsungan tempat kita bekerja, semua relawan kecuali kepala SPPG di haruskan ikut,” demikian isi pesan tersebut.
Pesan itu juga menegaskan konsekuensi bagi relawan yang absen tanpa pemberitahuan. “Bagi yg tidak ikut Tanpa ada konfirmasi ke ASLAP dinyatakan mengundurkan diri dari dapur,”tulis pengirim.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen dapur 19.58 maupun ASLAP terkait dasar hukum kebijakan tersebut dan mekanisme konfirmasi yang berlaku.
Kebijakan yang mengaitkan keikutsertaan aksi dengan status kerja relawan berpotensi menimbulkan pertanyaan, mengingat relawan secara umum bekerja tanpa hubungan kerja formal seperti karyawan.
Warga dan pekerja di lingkungan dapur diminta menunggu klarifikasi resmi agar tidak terjadi simpang siur informasi.
Sementara itu, koordinator wilayah SPPI Lombok Timur Agamawan yang dikompirmasi media ini hingga berita ini dterbitkan tidak memberikan jawaban.(01)







