Lombok Timur – Pengelolaan dana taktis di Puskesmas Montong Betok menjadi sorotan setelah bendahara disebut tidak lagi diberi kewenangan untuk mengelola keuangan tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengelolaan dana taktis sementara waktu diambil alih oleh Kepala Tata Usaha (KTU). Kebijakan ini menimbulkan tanda tanya terkait mekanisme dan alasan di balik pengalihan kewenangan tersebut.
Kepala Puskesmas Montong Betok, Agus menjelaskan bahwa langkah tersebut bersifat sementara. Ia menegaskan bahwa dirinya hanya meminta KTU untuk mengambil alih pengelolaan dana taktis dalam waktu tertentu.
“Saya hanya meminta KTU untuk mengambil alih sementara Dana Taktis itu,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Namun demikian, salah satu narasumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan adanya dugaan faktor lain di balik kebijakan tersebut. Ia menyebut adanya oknum yang mengaku sebagai tim sukses (timses) yang turut mempengaruhi situasi internal.
Menurutnya, oknum tersebut bahkan sempat menyentil bendahara yang diketahui merupakan suami dari KTU. Narasumber juga menilai adanya kecenderungan keberpihakan kepada pihak tertentu.
“Dia lebih condong ke timses dan memberikan kepercayaan kepada mereka,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Lalu Fahrurozi, menyatakan pihaknya akan segera melakukan klarifikasi terkait persoalan tersebut.
“Kami akan klarifikasi ke Puskesmas Montong Betok terkait hal ini,” tegasnya.(01)







