Lombok Timur – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada Dapur MBG Esa Jero Gunung, Kecamatan Sakra Barat, Lombok Timur, menjadi sorotan setelah Badan Gizi Nasional (BGN) menonaktifkan puluhan dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) pekan lalu.
Meski nama SPPG Jero Gunung tercatat dalam daftar yang dihentikan sementara, namun pada hari rabu (01/04) dapur tersebut terlibat mengantar makanan
BGN mengambil langkah tegas pada akhir Maret 2026 dengan menangguhkan operasional SPPG menyusul berbagai persoalan yang muncul termasuk dapur jerogunung yang diketahui tidak menggunakan IPAL yang standar dan belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi) adalah bukti tertulis resmi dari Dinas Kesehatan.
“Ya,memang hari ini kita beroperas, karena BGN memberikan kesempatan terakhir untuk distrubusi, besok kita udah ga operasional kembali,”kata Kepala SPPG Jerogunung Ria pada media ini Rabu (01/04).
Menurut ria,, beroperasinya dapur MBG jerogunung ini pada hari rabu tanggal 1 april ini meski sudah mendapat teguran, tapi oleh BGN memberikan kesempatan. Ini disebabkan karena pemberitahuan datang tengah malam.
“Dari atas dibolehkan distribusi terakhir hari ini dikarenakan suratnya keluar tengah malam dan tim persiapan sudah mulai kerja. Jdi BGN memperbolehkan untuk distrubusi terakhir hari ini tapi besok sudah tidak bisa distribusi lagi,”ujarnya.
Sementara itu, Pemilik Dapur Jerogunung Saiful Bahri yang juga merupakan Anggota DPRD lombok timur dikompirmasi sejumlah wartawan melalui Telfon mengakui kalau dapurnya sudah di tutup sementara oleh BGN. (01)







