Lombok Timur – Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi ( SPPG) yayasan Ribath Al UMM jerowaru di duga melakukan Mark Up Harga Barang dan Menerima Upeti
Menurut salah satu internal dapur mengatakan, kepala SPPG ini di duga menerima upeti dari Suplayer yang ditunjuk oleh dia. Sehingga, barang – barang yang masuk ke dapur di up harganya.
” Kalau berbicara unrung dari perilakunya ini, uang yang masuk dalam 1 periode sampai puluhan juta dari semua item barang yang di up harganya,”uajrnya.
Dengan keuntungan yang sangat menguntungkan ini, dirinya mencari suplayer yang menawarkan harga murah agar dapat untung sebanyak-banyaknya.
“Ini yang terjadi, seharusnya dapur ini mengutamakan warga setempat yang menjadi suplayer, bukan malah menawarkan distributor yang sudah kaya, ini ada apa,”katanya bingung.
Dengan adanya perilaku seperti ini dari kepala SPPG, tentunya menimbulkan kecemburuan yang serius bagi para pegawai yang ada. Oleh karena itu, dirinya meminta APH untuk turun melakukan kroscek ke dapur.
“Saya minta APH cek dapur ini, biar tidak ada persoalan yang muncul di kemudian hari,”pintanya.
Sementara itu, Kepala SPPG yayasan Ribath Al UMM Lalu Eby yang di kompirmasi media membantah dirinya melakukan Mark Up harga dan menerima upeti dari Suplayer.
“Tidak benar, Silahkan bisa di cek menu” saya tiap hari di akun sosmed dapur saya,”katanya melalui pesan WHATSAPP minggu malam
Ia juga mengatakan, untuk suplayer ini, dapur menggunakan suplayer yang berasal dari warga setenpat. “Rata” suvlayer lokal, umkm” sini aja, malah saya libatkan para petani ataupun nelayan utk meningkatkan ekonomi lokal,”katanya singkat.(01)







