Lombok Timur – Sebanyak 19 siswa pelajar dari berbagai sekolah di wilayah kecamatan sakra barat dan kecamatan keruak Kabupaten Lombok Timur berhasil diamankan oleh Petugas Polsek Sakra Baray dengan dibantu oleh Petugas Satpol PP Kecamatan Sakra Barat pada hari rabu (22/10).
Kapolsek Sakra Barat Iptu M. Anhar mengatakan, Razia siswa bolos ini dalam rangka menyelamatkan generasi emas dan menyelamatkan anak – anak dari tindakan kriminal dan kejahatan serta mencegah dari adanya mengkonsumsi barang – barang haram.
“Belasan siswa yang berhasil kami tangkap ini, kami dapati sedang nongkrong dan bermain tempat rental Playstation,”ujarnya.
Anhar mengatakan, razia siswa bolos ini dilakukan berdasarkan laporan dari masyarakat sekitar yang menyebut banyak siswa nongkrong ditempat tempat tertentu saat jam sekolah masih berlangsung.
Dari adanya laporan itu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan untuk membantu melakukan patroli ke sejumlah tempat – tempat yang sering dijadikan tempat tongkrongan.
Lokasi pertama, dirinya mendatangi tempat tingkrongan yang ada di wilayah desa gunung rajak. Dari lokasi pertama kemudian ditemukan sejumlah siswa SMP dan SMA yang sedang asyik nongkrong.
Setelah selesai di gunung rajak, kemudian tim melakukan patroli ke wilayah desa desa boyemare, kemudian ditemukan belasan siswa sedang main Playstation di salah satu rumah warga.
“Siswa siswa yang berhasil kita amankan ini, kemudian kita bawa ke polsek untuk dilakukan pendataan dan pembinaan,”katanya.
Setelah siswa dilakukan pendataan, kemudian pihaknya melakukan koordinasi dengan kepala desa setempat agar anak – anak yang diamankan ini dijemput oleh orang tuanya secara langsung.
” Yang membuat kita haru kali ini, orang tua yang datang sampai menangis melihat anaknya bolos sekolah. Orang tua mengira anaknya selalu sekolah seperi teman – temannya,”kata anhar.
Dengan adanya siswa yang berkeliaran saat jam sekolah ini, kepolisian bersama pemerintah kecamatan akan rutin menggelar patroli. Untuk itu, guna tidak mencegah anak – anak bolos sekolah. Orang tua diminta lebih mengontrol anak saat keluar rumah.
“Kalau sekarang anak – anak yang bolos cukup kita panggil otang tuanya, kalau diulang lagi, pihaknya akan langsung berkoordinasi dengan sekolah masing – masing,”tegasnya.(01)







