Lombok Timur – Rumah Asap Ikan yang ada di wilayah Desa Dana Rase Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur kondisinya memperihatinkan.
Rumah asap ikan yang merupakan bantuan Kementerian Perikanan RI tahun 2024 menelan dana ratusan juta. Namun, saat ini kondisinya memperihatinkan terkendala dengan dana operasional .
“Dulu sebelumnya berjalan dengan baik, tapi karena keterbatasan anggaran, saat ini rumah asap tidak bisa beroperasi lagi,”kata Ketua Kelompok Ikan setia kawan Gupron Jayadi pada media ini rabu (22/02).
Ia mengungkapkan, Rumah Asap Ikan ini dibangun diata tanah masyarakat. Dimana rumah asap ikan ini diperuntukkan untuk membakar ikan hasil tangkapan nelayan sebelum diperjual belikan ke masyarakat luas.
Hanya saja, dalam perjalanannya, oprasional rumah ini terkendala dari segi fasilitas seperti air bersih, dan modal usaha. ” Seandainya pemerintah waktu itu memberikan kita fasilitas yang lengkap, rumah asap ini pasti berjalan dengan baik,”katanya
gupron mengungkapkan, dalam rumah asap ini terdapat banyak sekali tenaga yang berhasil di diserap,tenaga kerja ini tentunya berasal dari anggota kelompok ikan yang ada di wilayah dusun baturimpang.
“Hasil asapan ssperti ikan, cumi – cumi kemudian dipasarkan ke sejumlah pasar di wilayah lombok timur, bahkan dibawa ke sejumlah pasar di di wilayah lombok,”katanya.
Dengan kondisi yang ada saat ini, dirinya selaku ketua kelompok berharap kepada perintah, agar memberikan bantuan baik berupa dana oprasional maupun bantuan fisik berupa sumur bor. “Salah satu yang menjadi kebutuhan kita adalah air bersih, sehingga bantuan berupa sumur bor dan dana operasional sangat kita butuhkan, “harapnya.
Disampaikannya juga, tujuan awal pembangunan rumah asap ini, untuk membantu para nelayan memasarkan hasil tangkapan bukan hanya dijual di pasar – pasar saja. Melainkan, ikan hasil tangkapan nelayan bisa masuk ke minimarket.
“Saya juga berharap kepada pemerintah, selain memberikan dana operasional, dan bantuan lainnya, kita juga minta agar hasil tangkapan nelayan mampu bersaing di ritel moderen, “harapnya.(01)







