Lombok Timur – Bantuan anak yatim di Kecamatan Sakra Barat Kabupaten Lombok Timur diduga disunat oleh Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak ( LKSA)
Adapun jumlah bantuan yang diterima anak yatim masing – masing jumlahnya berbeda, ada yang mendapatkan 600 dan ada juga mendapatkan 1 juta.
Namun fakta dibawah, bantuan anak yatim yang jumlahnya sedikit ini kembali di lakukan pemotongan oleh LKSA.
“Jumlah potongan ini ada yang 200 ribu, dan ada juga yang tidak diberikan sama sekali oleh LKSA fiktif ini,”kata salah satu akun Facebook yudhe.
Menurut dia, pemotongan yang dilakukan kepada puluhan anak yatim ini tidak jelas kemana arahnya. Karena anak – anak yang dipptong tidak diberikan penjelasan kemana arahnya.
“Yang dipotong itu ada yang 200 ribu, dan ada juga semuanya, tanpa penjelasan kemana arah pemotongan ini,”tegasnya
Sementara itu, Salah satu pimpinan baznas Sirajudin Nasihin yang di kompirmasi terkait adanya pemotongan bantuan anak yatim ini harus disampaikan. Menurut dia,Tidak ada toleransi sama sekali terhadap siapapun yg melakukan itu.
” Apalagi jika dilakukan oleh oknum amil zakat (pegawai baznas). Jika anda tahu orangnya dengan bukti yg akurat, kami mohon sampaikan,”ujarnya
Dia menjelaskan, jumlah bantuan bagi anak yatim Perkepala anak asuh dihitung 3rb perhari. Kalo LKSA mengasuh 10 orang, maka 3000 x 10 = 30.000 sehari. Dikalikan 30 hari = 900.000/bulan.
“Jika info ini benar dan akurat, maka kami akan rekomendasi untuk distop kepada LKSA yang bermasalah. Insya Allah 2026 kita akan verifikasi faktual terhadap LKSA, karena yang sekarang ini adalah program yang sudah berjalan dari pengurus sebelumnya,”paparnya.
Sementara itu, LKSA Nurlaila, Akbar yang dikompirmasi mengaku tidak tau tetkait dengan adanya pemotongan yang dilakukan oleh LKSA yang ada di sakra barat.
“Kalau kami Jak tidak pernah,makanya kemarin kita telpon yang sher di Facebook tu, itulah ini jadi masalah LKSA 1 yang berbuat semua kena semprot,”katanya.
Terkait dengan jumlah anak yatim yang ada di bawah binaannya jumlahnya mencapai ratusan, yang tersebar di berbagai desa. Hanya saja, dari jumlah ini tidak semua dananya cair.
“Yang keluar kemarin 31 atau 30 tapi belum ditemukan 1 orang,”katanya.(01)







