Lombok Timur – Bupati Lombok Timur H Haerul Warisin telah mengumpulkan semua perusahaan tembakau yang beroperasi di lombok timur pada hari rabu kemarin. Hanya saja, hingga saat ini perusahaan belum ada yang buka.
Salah satu masyarakat sakra barat Rahman Mengatakan, hingga saat ini petani belum bisa menjual tembakau. Pasalnya, hingga saat ini para perusahaan belum ada yang melakukan pembelian.
” Kalau begini terus, tembakau petani yang sudah di open akan rusak, karena sampai sekarang belum ada gudang yang buka,”ujarnya.
Ia mengatakan, jika gudang sudah melakukan pembelian, petani memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan harga yang layak. Namun, hingga saat ini belum ada informasi jelas kapan gudang tersebut akan dibuka.
“Kondisi saat ini membuat petani panen lebih awal agar tembakau tidak mengalami kerusakan,” ujarnya.
Rahman mengatakan, meski bupati sudah mengumpulkan perusahaan untuk membeli tembakau petani agar dibeli dengan harga layak. Akan tetapi, yang menjadi persoalan gudang – gudang ini belum ada yang buka.
Selain itu katanya, kepala dinas pertanian di beberapa media sudah menyampaikan semua tembakau akan di serap. Anehnya, sampai dengan hari ini belum ada tindakan dari dinas meminta agar gudang mulai beroperasi.
“Sepertinya gudang ini sengaja tidak mau buka, biar tembakau petani rusak, “kesalnya.
Dengan kondisi seperti ini, dirinya meminta kepada pemerintah daerah untuk lebih tegas kepada perusahaan tembakau yang ada di lombok timur. ” sekarang ini petani sedang bingung, mau dijual kemana tembakau yang sudah di open, kalau disimpan terlalu lama, tentu akan rusak dan menurunkan kwalitas,”ungkapnya.(01)







