Lombok Timur — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur resmi memulai uji coba transformasi digitalisasi bantuan sosial melalui Portal Perlinsos. Peluncuran dilakukan Jumat pagi, 31 Juli 2025, di halaman Kantor Bupati Lombok Timur dan dihadiri langsung Bupati H. Haerul Warisin bersama Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik serta kepala OPD terkait.
Dalam sambutannya, Bupati Haerul Warisin mengapresiasi seluruh agen dan unsur masyarakat yang terlibat. Ia menyebut agen memiliki peran kunci untuk menyosialisasikan sekaligus mendampingi warga memahami sistem digital dalam pendataan bansos.
“Memberikan bantuan bukan hanya dalam bentuk sedekah, tetapi membantu mendata masyarakat juga merupakan pekerjaan yang mulia. Ini menjadi salah satu upaya kita untuk melakukan pemutakhiran data,” tegas Bupati Haerul.
Lombok Timur dipercaya pemerintah pusat sebagai salah satu dari 43 kabupaten/kota percontohan transformasi digitalisasi bantuan sosial di Indonesia. Kepercayaan itu, menurut Bupati, menjadi momentum meningkatkan kualitas tata kelola data sosial berbasis teknologi.
Sekda H. Muhammad Juaini Taofik dalam laporannya menjelaskan, total 2.576 agen Perlinsos dikerahkan pada tahap uji coba. Rinciannya: ASN PNS dan PPPK penuh serta paruh waktu 1.243 orang, pendamping PKH 333 orang, TKSK 16 orang, LKS 143 orang, PSM 137 orang, unsur pemerintah desa 254 orang, kepala lingkungan dan kader 400 orang, serta FKDM 50 orang.
Pada tahap pertama, target pendataan menyasar sekitar 140.000 kepala keluarga yang masuk desil 1 hingga desil 4. Setelah itu dilanjutkan pemutakhiran untuk 501.140 KK di seluruh wilayah Lombok Timur.
“Tujuannya untuk mempercepat pelayanan perlindungan sosial agar semakin cepat, semakin tepat sasaran, dan semakin akuntabel,” ujar Sekda Juaini.
Usai apel, agen yang belum memiliki Identitas Kependudukan Digital diarahkan melakukan aktivasi IKD melalui layanan Dukcapil Lombok Timur. Selain itu, perwakilan OPD yang ditunjuk mengikuti Training of Trainers untuk memahami pengoperasian aplikasi dan sistem di Portal Perlinsos.
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berharap digitalisasi ini membuat proses pendataan dan penyaluran bansos berjalan lebih cepat, akurat, transparan, serta memastikan bantuan sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.(01)







