Lombok Timur – Musin panen tembakau Virginia tahun 2025 sudah mulai tampak dibeberapa wilayah di Lombok Timur. Karena itu setiap memasuki masa panen, para petani tembakau selalu dihantui rasa was-was terkait dinamika harga beli perusahaan.
“Karena petani punya banyak pengalaman pahit terkait harga yang fluktuatif bahkan terkesan tidak ada standar harga yang baku. Hal ini lebih disebabkan kurangnya posisi tawar petani pada perusahaan maupun pihak pembeli tembakau diluar perusahaan,”kata amak ragil asal sakra barat pada media ini minggu (03/08).
Karena itu katanya, sangat wajar kalau para petani setiap mulai masa panen selalu dibayang-bayangi ketidakpastian harga. Kondisi ini tentu tidak harus terus menjadi masalah yang melanda petani di setiap musim panen. Atas kondisi ini, petani berharap pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Lombok Timur Haerul Warisin bersama Wakil Bupati Edwin Hadiwijaya dapat mengambil peran yang besar dalam ikut menjembatani harapan petani sekaligus mengawal secara penuh terhadap standarisasi harga temabakau setiap tahunnya.
Termasuk tahun ini tambahnya, setiap mulai masuk masa panen pihak perusahaan penyerap hasil tembakau petani akan melakukan rapat koordinasi terkait penentuan harga dasar tembakau termasuk di dalamnya ada keterlibatan pemerintah daerah, asosiasi petani tembakau dan berbagai pihak lainnya sehingga harga tambakau memiliki acuan bersama yang dikenal dengan grade harga.
“Peran pemerintah daerah dalam hal Ini Bupati Lombok Timur diharapkan dapat menjadi jembatan dua pihak yang memiliki kepentingan dalam penjualan hasil tembakau yakni pihak petani yang harus mendapatkan harga yang layak dan menguntungkan serta pihak perusahaan yang tentu dapat memiliki acuan harga yang tidak merugikan mereka,”paparnya.
Karena itu Bupati Lombok Timur yang juga berlatar belakang petani tembakau dan pengusaha ini dapat lebih pro aktif untuk mengawal sehingga lahirnya harga tembakau yang adil dan menguntungkan semua pihak.
Petani katanya, berharap pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Lombok Timur mengambil peran yang besar dalam mengawal kepentingan petani dalam hal ini terkait penentuan harga karena posisi tawar petani masih sangat timpang tinduh.
“Hadirnya Bupati dapat menjadi penyeimbang dan penekan agar harga tembakau dapat stabil paling tidak harga tahun ini bisa sama dengan tahun lalu jika memang sulit mengalami kenaikan,,”harap Amaq Ragil salah satu petani temabaku asal Sakra Barat ini.
Karena panen tembakau sudah tiba katanya, Kami berharap Bupati lebih awal mengumpulkan pihak terkait untuk rapat penentuan harga standar tembakau tahun 2025 ini, jangan menunggu inisiatif perusahaan tapi pemerintah daerah yang harus pro aktif dan lebih awal mengumpulkkan semua pihak.
Oleh karena itu katanya, Bupati harus tegas dan berani membela hak dan kepentingan petani karena kami sebagai rakyat terutama petani tembakau memiliki kontribusi yang besar dalam menggerakan sector ekonomi Lombok Timur, termasuk kami ikut membantu pemerintah daerah dalam menyediakan lapangan kerja bagi rakyat yang menjadi buruh dalam banyak proses pekerjaan di urusan tembakau
“Termasuk hasil tembakau ini memiliki dampak yang besar dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan dapat membiayai pendidikan anak-anak kami dan lainnya. Makanya kondisi ini harus dapat dibela oleh Bupati termasuk pihak lainnya,”ungkap Amaq Ragil.(*)








