Lombok Timur – Sejumlah Pengguna Media Sosial membahas terkait vidio Bupati Lombok Timur yang marah pada Giude yang berasal dari Lombok Tengah. Marahnya Bupati H Haerul Warisin ini setelah mendapatkan laporan dari pelaku wisata.
Salah satu pelaku usaha Pariwisata, Jaya Kusuma menyampaikan bahwa di lokasi tersebut lebih banyak dikuasai orang-orang Lombok Tengah. Menurutnya, Teman-teman Surf Guid yang ada di Ekas sering mendapat intimidasi dari teman-teman sebelah dan tidak jarang terjadi perdebatan yang dapat memicu perkelahian. Untuk menghindari perbuatan yang bisa mengarah ke pidana, sehingga dirinya mengharapkan Pemerintah Daerah ikut turun tangan.
“Alhamdulillah, hari ini Bupati Lombok Timur langsung turun tangan ikut ke lokasi yang selama ini menjadi lahan konflik dan memberikan teguran tegas kepada orang Lombok Tengah yang sedang membawa tamunya,”katanya.
Dengan adanya persoalan yang kerap terjadi di wilayah pantai ini, bupati yang menerima laporan tentunya langsung turun melakukan pemantauan. Atas dasar itulah, bupati meminta kepada guide yang berasal dari Lombok Tengah mendapat benatakan dari Bupati
“Beruntung persoalan ini langsung di respon dengan sigap oleh Bupati. Jika tidak, maka akan berdampak pada kunjungan tamu mancanegara karena merasa tidak nyaman saat melakukan aktivitas surfing,“ tandasnya
Bupati Lombok Timur H Haerul Warisin mengatakan dengan hadirnya diwiilayah ekas, dirinya meminta kepada Surf Guid dari Lombok Tengah yang saya temukan di lokasi surfing untuk tidak membawa tamu luar
“Saya tegaskan, tidak boleh membawa peselancar selain yang menginap di Hotel Lombok Timur,“ tegasnya.
Karena keluhan dari pengunjung yang menginap di hotel lombok timur, dimana para tamu sendiri tidak dapat surfing, atas dasar itulah, Bupati meminta Surf Guid tersebut untuk memberi tahu teman-temannya untuk tidak lagi membawa tamu surfing ke laut Ekas kecuali akan menginap di hotel yang ada di lombok timur.
“Tamu kita sendiri yang nginap di ekas tidak dapat melakukan kegiatan surfing, yang kuasai malah tamu yang nginap di lombok tengah,”katanya.
Atas dasar itulah, Untuk mengantisipasi terjadinya konflik, dirinya langsung memerintahkan Kasat Pol PP untuk menyiagakan 50 anggotanya menjaga lokasi tersebut.(01)







