Menu

Mode Gelap

Derap Nusantara · 28 Apr 2026 14:17 WITA ·

Bertemu Mensos, Bupati Lotim Sorot Tiga Persoalan


 Foto : Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin yang didampingi Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik, menyampaikan secara langsung tiga hal utama yang dihadapi daerah kepada Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Perbesar

Foto : Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin yang didampingi Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik, menyampaikan secara langsung tiga hal utama yang dihadapi daerah kepada Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

Jakarta – Kementerian Sosial Republik Indonesia menggelar audiensi dengan sejumlah kepala daerah di Jakarta pada Selasa (28/4). Dalam pertemuan tersebut, Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin yang didampingi Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik, menyampaikan secara langsung tiga hal utama yang dihadapi daerah kepada Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

Pertama terkait program Sekolah Rakyat. Bupati Haerul menjelaskan bahwa di Lombok Timur, program yang sudah berjalan selama dua tahun ini masih menghadapi kendala lahan dan fasilitas. Ia melaporkan terdapat 100 siswa setara Sekolah Dasar (SD) yang saat ini masih menumpang di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas ( BPVP) Lenek. Sementara itu, 125 siswa setara Sekolah Menengah Atas (SMA) masih menumpang di eks Akper Sakra.

Bupati mengaku telah menyiapkan 5 ha lahan untuk sekolah rakyat sesuai informasi awal, akan tetapi informasi kemudian lahan yang dibutuhkan 7 ha. Ia menegaskan Pemda tetap berkomitmen untuk keberlangsungan program tersebut.

Selain sekolah rakyat, Bupati juga menyampaikan terkait kepesertaan BPJS Kesehatan. Ia menyebutkan sebanyak 130.000 warga Lombok Timur dinonaktifkan kepesertaan BPJSnya. Padahal tahun 2026 ini Pemda telah mengeluarkan Rp90 miliar, meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp80 miliar, untuk membayar kepesertaan BPJS Kesehatan masyarakat. Penonaktifan tersebut dinilai akan memperberat APBD.

“Jika 130.000 jiwa yang dinonaktifkan itu tidak diambil alih oleh pemerintah pusat, maka kami harus menambah anggaran sebesar Rp50 miliar. Meskipun pendapatan daerah kami sedang meningkat, angka sebesar itu tetap sangat berat untuk pembayaran BPJS,” terangnya.

Sementara untuk Bantuan Sosial (Bansos), Bupati memastikan kondisinya relatif aman karena telah tersalurkan dengan baik.

Menanggapi hal tersebut, Menteri yang akrab disapa Gus Ipul memberikan sejumlah arahan. Terkait Sekolah Rakyat, ia menegaskan bahwa sejak awal program kepala daerah diminta fokus dan terus bersinergi dengan pemerintah pusat, mulai dari pelaksanaan hingga pengawasan.

Sementara terkait BPJS, Mensos menjelaskan bahwa 70.000 dari 130.000 yang dinonaktifkan sesuai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Ia memastikan bahwa meski ada penonaktifan, sebanyak 72.000 jiwa diaktifkan kembali dengan sasaran yang sesuai kriteria layak.

“Penonaktifan ini kami lakukan untuk mendata ulang kriteria yang benar-benar layak mendapatkan bantuan dari pusat. Sedangkan yang tidak tertanggung dari pusat, silakan daerah mengambil alih. Saya minta data yang sudah ditanggung pusat agar tidak perlu lagi mendapatkan jatah dari daerah,” pungkas Mensos.(01)

Artikel ini telah dibaca 75 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bupati Lotim Ajak Masyarakat Sukseskan Pendataan Perlinsos (Perlindungan Sosial) 2026

28 Juli 2026 - 20:15 WITA

30 Tahun Kudatuli, DPC PDI Perjuangan Lombok Timur Gelar Zikir dan Doa Bersama

27 Juli 2026 - 19:59 WITA

H Iron, Kemajuan Daerah Berawal dari Kesehatan, Dokter Jadi Fondasi Utama

27 Juli 2026 - 10:38 WITA

Konfercab PMII Lotim Tahun 2026, Ihwan Nawadi Najar Nahkodai PMII Lotim 

27 Juli 2026 - 09:48 WITA

19 SD Lombok Timur Teken PKS Revitalisasi Tahap 2 di Surabaya

27 Juli 2026 - 07:38 WITA

ICM Green Circular Community Bersama Pemdes dan Masyarakat Gelar Aksi Clean Up dan Penanaman Mangrove di Desa Jerowaru

25 Juli 2026 - 20:48 WITA

Trending di Lombok Timur