Lombok Timur – Seorang pria berinisial II (33) Tahun alamat Batu Rimpang Desa Dane Rase Kecamatann Keruak Lombok Timur nekat mengakhiri hidup dengan gantung diri.
II diketahui merupakan pasangan suami istri yang baru menikah sekitar seminggu yang lalu. Namun pada hari kamis (01/05) kemarin setekah solat magrib, sempat terjadi cekcok dengan istrinya karena masalah media sosial tiktok
Kemudian, Sekitar pukul 22.30 WITA lebih, pada saat saksi (Istri Korban) makan, korban menemui istrinya meminta maaf dan pamit mau pergi.Tidak lama setelah korban keluar dari rumah, istri korbanpun juga keluar untuk berbelanja.
Setelah istrinya pulang berbelanja, istrinya dia tidak menemukan suaminya di dalam rumah karena itu dia memanggil-manggil suaminya (Korban). Akan tetapi, Karena tidak ada jawaban sehingga Ia mencari menuju ke lorong antara bangunan rumah Tempat tinggal Korban dengan Bangunan rumah saudara korban yang bersebelahan..
Istri korban terkejut dan langsung berteriak karena melihat suaminya (Korban) dalam keadaan tergantung dengan menggunakan tali rapia warna biru, dengan posisi kaki tertekuk, ujung kaki menyentuh tanah sedangkan lutut tergantung.
“Mendengar tangisan istri korban itulah ibu korban keluar menuju sumber suara dan langsung ikut berteriak sambil memeluk korban yang tergetung,”ujar Kapolsek Keruak Ipru Zulkipli.
Bukan hanya ibu yang keluar katanya Kapolsek, juga Tetangga korban (RIDIAN) yang mendengar tangisan itu langsung menuju sumber suara dan juga melihat korban tergantung dengan lidah menjulur sambil di peluk oleh ibunya.
” Lalu RIDUAN memotong tali dan bersama warga yang lain membawa Korban ke Puskesmas Keruak, Dari hasil pemeriksaan medis, tidak di temukan tanda tanda kekerasan pada tubuh korban selain bekas lilitan pada lehernya,”jelasnya.
Kapolsek juga mengungkapkan, dari keterangan keluarganya, sebelum korban nekat gantung diri,korban pernah berbicara dengan istrinya untuk menanyakan dimana mencari uang sepuluh juta rupiah. Tidak hanya itu, sebelum kejadian korban sering marah ke istrinya kalau melihat istrinya membuka HP.
“Atas kejadian ini, Keluarga korban (Istri dan kedua orang tuanya) menerima kematian korban dengan ikhlas dan menolak untuk dilakukan Otoupsi,”pungkasnya.(01)







