Lombok Timur – Komisi 4 DPRD Kabupaten Lombok Timur melakukan Inspeksi Mendadak ke Pendopo dua Lombok Timur.
Dalam sidak yang dilakukan pada hari Senin (24/02) ini, Ketua komisi 4 menemukan pendopo masih banyak yang belum selesai dikerjakan. Bahkan menemukan sejumlah bangunan yang kondisi tidak sesuai dengan besaran anggaran yang dikeluarkan.
“Kami minta APH dalam hal ini inspektorat melakukan audit kepada pengerjaan pendopo dua,”ujar Ketua Komisi 4 DPRD Lombok Timur H Lalu Hasan Rahman.
Menurut Hasan Rahman yang merupakan Politikus Partai Golkar ini, Audit diperlukan untuk mengetahui berapa biaya yang sudah dikeluarkan untuk membangun pendopo dua yang membangun dua bangunan dengan menelan anggaran sebesar 4.8 Miliar.
“Pembangunan pendopo dua ini pada saat komisi 4 tidak ada, karena saat itu belum kita dilantik kembali,”ujarnya.
Meski demikian katanya, sebelum berakhir masah jabatan DPRD saat itu, dirinya menyarankan agar pembangunan Pendopo ini ditunda terlebih dahulu, sampai ada bupati baru. Sehingga pembangunan pendopo satu atau dua, sesuai dengan keinginan dari pemerintah itu sendiri.
“Kalau dikerjakan oleh pak bupati dan wakil bupati yang baru, pembangunan pendopo ini kan sesuai dengan selera,”ujarnya.
Untuk itu katanya, ia meminta kepada inspektorat untuk segera melakukan audit agar jelas berapa biaya yang sudah dikeluarkan, dan berapa sisa dari anggaran yang ada untuk dua bangunan ini.
Sementara itu, Kepala Bidang Cipta Karya M Rozikin mengaku,untuk anggaran 4,8 Miliar itu digunakan untuk pembangunan bangunan utama dan bangunan garansi, dapur yang ada di sebelah bangunan utama.
“Jadi anggaran yang pertama itu cukup itu untuk dua bangunan saja,kalau untuk yang baru ini, anggarannya beda,”jelasnya.(01)







