Lombok Timur – Puluhan Wali Murid calon siswa SMAN 1 Sakra Kabupaten Lombok Timur mendatangi sekolah.
Kedatangan wali murid ini hamzan Humaidi mengatakan, dirinya menyayangkan atas apa yang dilakukan oleh kepala sekolah yang tidak meluluskan anak – anak yang dekat rumahnya dengan sekolah.
“Bungtiang ini kan masuk zonasi SMAN 1 Sakra, tetapi yang terjadi saat ini, ratusan siswa yang tidak lulus,”katanya.
Ia mengatakan, pada tahun 2023 kemarin, anak – anak yang berasal dari desa Bungtiang, desa Pengkelak mas semuanya masuk ke SMAN 1 Sakra karena merupakan zonasi sekolah. Sementara pada tahun ajaran 2024 ini, secara mengejutkan desa anak – anak dari desa Bungtiang tidak lulus.
“Yang saya saya sesalkan, kalau ada orang dalam bisa masuk di sekolah ini, sementara masyarakat yang tidak punya orang dalam tidak bisa,”geramnya.
Hal senada disampaikan oleh Kepala desa Bungtiang Lalu Huzaini, dirinya hadir ke sekolah setelah menerima aduan dari puluhan wali murid dari desa Bungtiang.
“Dari kemarin banyak sekali warga yang datang mengeluh, makanya kami minta pemerintah segera memperbaiki ini,”ujarnya.
Sementara itu, kepala desa Pengkelak mas M Rais mengaku kesal dengan sistem zonasi yang ada ini. Padahal desa Pengkelak mas merupakan desa yang dekat dengan SMAN 1 SAKRA. “Kalau sekarang pemerintah meminta kami ke keruak, tentunya tidak lazim, karena itu lebih jauh dari Sakra,”ujarnya.
Dengan banyaknya warga yang tidak lulus anaknya disekolah, dirinya mengancam akan melakukan aksi jika anak – anak tidak dinyatakan lulus “kalau saja tidak ada solusi, jangan salahkan warga,”geramnya.
Kasek SMAN 1 Sakra Muhammad Subandi mengatakan, dirinya sebagai kepala sekolah ini belum genap satu tahun. Sehingga apa yang terjadi saat ini merupakan bukan kebijakan dia selalu kepala sekolah.
“Atas permintaan semua calon wali murid ini semua, hari ini kami akan langsung ke Mataram untuk melakukan konsultasi ke Dikbud, semoga ada solusinya,”singkatnya dihadapan calon wali murid.(02)







