Lombok Timur – Ratusan Wali Murid yang berasal dari Sakra Barat akan mendatangi SMAN 1 Sakra Kabupaten Lombok Timur. Kedatangan wali murid ini akan memprotes sistem zonasi yang ada di SMAN 1 Sakra.
Salah satu wali murid asal desa Bungtiang Iwan mengatakan, dalam pengusulan zonasi dilakukan oleh kepala sekolah dengan MKKS. akan tetapi, sistem zonasi yang ada saat ini sangat amburadul.
“Masak wilayah yang lebih jauh masuk ke dalam zonasi, sementara wilayah yang dekat dengan SMAN 1 Sakra tidak masuk,”ujarnya pada media ini Minggu (07/07).
Dalam menerapkan zonasi ini, seharusnya kepala sekolah seharusnya memperhatikan wilayah – wilayah yang lebih dekat. Bukan malah menggunakan egonya sendiri dalam menentukan zonasi.
Ia mencontohkan, desa gunung Rajak yang seharusnya masuk zonasi malah diabaikan,sementara desa songak, desa Boyemare yang letaknya sangat jauh malah masuk ke dalam zonasi.
“Desa Boyemare dengan desa Bungtiang itu mana yang lebih jauh, jelas lebih jauh desa Boyemare, ini sudah kalau kepala sekolahnya tidak becus,dan tidak kenal wilayah sekitar,”katanya.
Begitu halnya dengan desa songak, tentunya akan jauh lebih dekat desa gunung Rajak dari pada desa songak, tetapi yang terjadi saat ini malah desa yang lebih jauh yang masuk kedalam zonasi.
“Untuk lebih jelasnya, besok hari Senin rencananya banyak orang tua yang akan mendatangi sekolah, mempertanyakan terkait dengan zonasi yang ada,”katanya.(02)







