LOMBOK TIMUR – Dalam upaya melahirkan intrepeneeur dan mendorong siswa memiliki kemandirian dan jiwa kewirausahaan sejak dini, MAN 1 Lotim menggulirkan progam PKKS yakni program kemandirian dan kewirausahaan siswa.
Program ini berupa pemberian modal usaha pada siswa sebagai modal siswa berwirausaha dengan pola bimbingan dari 2 guru pendamping yakni Hj Zulfa dan M Zakaria.
Menurut Zakaria selaku mentor siswa dalam program PKKS ini menyampaikan, program ini sejak tahun 2019. Meski sempat terhenti ditahun 2021 karena pandemi, program ini kemudian berlanjut di tahun 2023.
Dalam program PKKS tahap 2 di akhir tahun 2023 ini jumlah siswa yang terseleksi sebanyak 15 siswa dengan variasi modal usaha yang diterima rata-rata 500.000 sd 1.000.000 rupiah dengan waktu program sekitar 6 bulan.
“Seteah itu kembali bergulir tahap berikutnya dengan siswa sasaran sekitar 60an siswa setiap tahunnya,”ujarnya.
Sementara itu, kepala MAN 1 Lotim M. Nurul Wathoni mengungkapkan, program PKKS ini merupakan salah satu program unggulan di MAN 1 Lotim selain selain program pembinaan prestasi akademik dan non akademik yang terimplementasikan dalam ektrakurikuler dengan jumlah 40an ektrakurikuler.
Program PKKS dihajatkan untuk melahirkan usahawan muda dari kalangan madrasah yang diharapkan nanti bisa meraih kesuksesan di bidang kewirausahaan ini sehingga mereka tidak selalu berorientasi untuk jadi PNS atau semacamnya.
“Dan untuk sukses berwirausaha tentu butuh dorongan dan latihan sejak dini, termasuk ini yang kita lakukan melalui PKKS,”paparnya.
Dalam PKKS ini sambungnya, modal usaha disiapkan dari pendapatan kopsis, komite dan sumber lain yang tidak mengikat yang dalam prosesnya, modal usaha yang sudah diberikan nantinya siswa akan melakukan cicilan pengembaluan sesuai dengan kesanggupan dan perkembangan usaha yang digeluti dengan ketentuan tanpa bunga.
Proses kewirausahaan ini juga lanjutnya, dibimbing secara terus menerus oleh pembimbing usaha termasuk pihak madrasah memberikan ruang untuk siswa bisa melakukan kegiatan usahanya di lingkungan madrasah.
“Artinya selain siswa diberikan modal dan bimbingan juga semua warga madrasah harus ikut memberikan dukungan dengan cara memberikan kesempatan untuk mereka berwirausaha menjajakan barangnya di madrasah dan dibeli atau semacamnya,” ungkap Wathoni.
Atas program ini, kakanwil kemenag NTB H Zamroni Aziz saat dihubungi tim media ini menyampaikan bahwa Program PKKS ini merupakan salah satu wujud implementasi kurikulum merdeka yang menuntut siswa untuk mandiri dan siswa bisa melakukan sendiri.
“Dan Untuk melahirkan usahawan yang sukses memang harus dilatih sejak dini dan juga butuh dukungan serta keberanian para siswa,” terangnya.
Dengan adanya program ini, dirinya berpesan pada para siswa penerima program ini untuk tetap semangat mengembangkan bakat berwirausaha karena yang mau bekerja keras dimasa muda, pasti sukses serta akan bahagia dimasa tua.
“Jangan mudah patah semangat walaupun dalam usaha itu selalu ada tantangan yang harus ditundukkan. Insya Alloh kalian sukses karena sejak dini kalian berani mengambil tanggung jawab, kata Zamroni sembari menyampaikan apresiasi pada MAN 1 Lotim yang telah lama menggulirkan program PKKS yang bisa ditiru oleh madrasah lainnya di NTB.(01)







