Menu ✖

Mode Gelap

Hukum & Kriminal · 14 Jan 2026 09:34 WITA ·

Usut Tuntas Kasus Buku, HP Mantan Kepala UPTD Disita Penyidik


 Foto : Sejumlah kepala UPTD dikbud datang ke Kantor Kejaksaan Negeri Lombok Timur memenuhi panggilan kejaksaan pada hari selasa (23/12) Perbesar

Foto : Sejumlah kepala UPTD dikbud datang ke Kantor Kejaksaan Negeri Lombok Timur memenuhi panggilan kejaksaan pada hari selasa (23/12)

Lombok Timur -Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Timur terus mendalami dugaan korupsi pengadaan buku di lingkup Dinas Pendidikan.

Sebanyak 20 kepala UPTD diperiksa intensif guna mengusut tuntas praktik yang merugikan negara tersebut. Penyidikan ini menyasar tiga proyek besar yang diduga menjadi lahan bancakan anggaran dalam beberapa tahun terakhir

Objek perkara meliputi pengadaan buku Sekolah Dasar (SD) tahun 2021, buku Muatan Lokal 2023, hingga buku Pendidikan Antikorupsi 2025.

Kasi Intel Kejari Lombok Timur, Ugik Ramantyo, menyatakan timnya terus bergerak cepat mengumpulkan alat bukti agar kasus ini segera benderang.  Fokus utama jaksa saat ini adalah membedah prosedur teknis serta aliran dana yang disinyalir menyimpang dari aturan.

”Penyidik masih meminta keterangan para pihak untuk memperkuat berkas perkara. Total sekitar 20 orang sudah memberikan kesaksian di hadapan tim jaksa,” ujar Ugik saat dikonfirmasi, Rabu (14/1/2026).

Langkah hukum kini semakin agresif melalui tindakan tegas berupa penyitaan telepon seluler milik sejumlah saksi kunci.Penindakan itu menyasar pihak-pihak yang dianggap memiliki keterkaitan langsung dalam pusaran birokrasi pengadaan komoditas pendidikan tersebut.

Pengamanan barang elektronik ini dilakukan demi melacak jejak digital serta komunikasi rahasia yang terjadi di balik proses tender bermasalah.Penyidik berupaya mengantisipasi adanya upaya penghilangan data penting yang sengaja dilakukan oleh oknum tertentu.

Sebelumnya, Mantan kepala UPTD dikbud saat di temui media ini di depan kantor kejaksaan negeri lombok timur mengaku datang ke kejaksaan untuk memberikan keterangan

Ia mengatakan, dalam pemeriksaan hari ini, dirinya datang bersama semua kepala UPTD yang menjabat saat itu untuk menberikan keterangan terkait proses pengadaan buku.”Kami datang bersama 21 kepala UPTD saat itu,”katanya singkat.

Adapun dalam pengadaan buku ini juga sambungnya, dirinya selaku kepala UPTD hanya menjalankan perintah dari atasan, tidak ada kebijakan yang berasal dari UPTD.

“Kalau kita selaku kepala UPTD saat itu hanya menjalankan perintah saja, makanya hari kami diminta menyerahkan berkas saja,”ungkapnya.(01)

Artikel ini telah dibaca 136 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Rungkad, Diduga Judol Pakai Dana Desa,Kades Kotaraja dan Bendahara Resmi Ditahan Kejari Lotim

26 Oktober 2026 - 19:28 WITA

Kerugian Diduga Tembus Rp1 Miliar, Kasus Dugaan Korupsi Kades Kerumut Naik ke Penyidikan

26 Oktober 2026 - 13:42 WITA

Usung Visi MAPAN, Abdul Halil Siap Bangun Boyemare yang Mandiri, Agamis, dan Amanah

25 Oktober 2026 - 18:03 WITA

Didukung Tokoh Masyarakat, Agama, dan Pemuda, H. Hibban Mantapkan Diri Maju Pilkades Banjar Sari

24 Oktober 2026 - 11:57 WITA

Kapolres Lombok Timur Gelar Jumat Keliling di Masjid Nurul Sa’adah, Ajak Masyarakat Waspada Hoaks

23 Oktober 2026 - 19:33 WITA

Diantar Ratusan Pendukung, Muazzin Gendong Ibunda Saat Daftar Pilkades

23 Oktober 2026 - 18:45 WITA

Trending di Lombok Timur