Lombok Timur – Sejumlah calon Pekerja Migran Indonesia mengadukan Nasibnya Ke Polres Lombok Timur beberapa waktu yang lalu karena merasa ditipu calok yang menjanjikan bisa mengirim PMI ke ustralia, hasilnya, hingga saat ini, sejumlah PMI tidak kunjung di berangkatkan.
“Dari dulu, pemerintah tidak pernah bekerja sama dengan Australia dalam hal penempatan pekerja migran dengan Australia. Kalau pun ada yang menawarkan bekerja ke sana, jelas itu bohong, itu penipuan,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Lombok Timur M Khairi di pendopo Bupati Kamis (17/04).
Menurut dia, sejauh ini pihaknya hanya mengetahui di Australia kini ada program pendidikan dan kunjungan wisata menggunakan visa. Sementara untuk pekerjaan, hingga saat ini belum ada program pemerintah.
“Kalau ada yang mengaku bisa bekerja disana, itu masuknya secara ilegal,”katanya.
Ia mengatakan, dari sejumlah masyarakat yang sudah disana, salah satu cara masyarakat bisa bekerja disana dengan cara ilegal, dimana pada saat disana, orang ini bersembunyi di rumah – rumah teman yang sedang menuntut ilmu atau yang lainnya.
“Kalau ada yang menjanjikan bisa kerja disana , itu bohong, itu jelas penipuan, karena pemerintah tidak pernah ada program itu,”tegasnya.
Untuk mengindari adanya korban yang lain, masyarakat diminta untuk hati – hati kepada calok atau oknum yang mengaku bisa mengantarkan bisa bekerja.
“Itu jelas masuk tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan menjanjikan korban bekerja sebagai pekerja migran di Australia, segera lapor ke dinas,”himbaunya.(01)







