Menu ✖

Mode Gelap

Lombok Timur · 4 Feb 2026 08:52 WITA ·

Tegas, Kasus Perundungan Harus Dihilangkan di Dunia Pendidikan


 Foto : Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur M Nurul Wathoni Perbesar

Foto : Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur M Nurul Wathoni

Lombok Timur – Adanya Dugaan Kasus Perundungan yang dilakukan disalah satu Sekolah dasar di kecamatan pringgebaya kabupaten Lombok Timur mendapatkan atensi serius dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur.

“Kasus Peerundungn adalah tanggungjawab bersama yang harus terus kita hilangkan, Lebih – lebih di dunia pendidikan,”tegas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur M Nurul Wathoni pada media ini Rabu (04/02).

Ia mengatakan, kasus perundungan ini merupakan kasus yang harus menjadi atensi serius pihak sekolah. Untuk itu, semua elemen mulai dari guru, pengawas, komite mali murid dan pihak – pihak lain bisa memiliki komitmen bersama agar kasus Peerundungn tidak terjadi.

Penegasan ini juga Lanjut Kepala Dinas, sudah disampaikan sebelum ada dugaan kasus terjadi. Dimana dikbud sendiri pada pertengahan januari yang lalu sudah ada edaran yang diberikan terkait dengan penegasan program termasuk meminta sekolah menjadikan sekolahnya yang nyaman dan aman.

“Termasuk didalamnya Bagaimana warga sekolah termasuk memaksimalkan tugas piket guru baik saat pagi maupun saat kegiatan ektrakurikuler agar lingkungan sekolah bisa tetap dalam pengawasan guru,”tegasnya.

“Ini salah satunya, untuk mencegah adanya Kasus Peerundungn, karena kasus seperti ini adalah tanggungjawab bersama yang harus terus kita hilangkan,”tambahnya

Adapun terkait dengan kasus yang terjadi di Kecamatan Pringgebaya ini, berdasarkan keterangan dari pihak sekolah, sebelum kejadian, pada hari rabu yang lalu, sekolah sedang ada kegiatan gotong royong membersihkan kelasnya, karena ada bau tikus yang mati bersama wali kelas.

Setelah selesai, wali kelas kemudian membikan es ke semua siswa. Sampai pulang sekolah tidak ada satupun laporan adanya pemukulan yang dilakukan oleh siswa. Kemudian pada hari sabtu, guru mendapatkan informasi kalau ada siswa yang sakit dengan mengaku ditendang oleh temanya.

Saat siswa dirawat di klinik, siswa yang sakit ini disebut sering menyebut temannya atas nama MK, saat itu juga gurunya berangkat jenguk dan bawa anak dan orang tua MK ke klinik dan MK mengaku tidak pernah memukul. Setelah itu guru ini kemudian ke dokter psikolog yang menanganinya dan Konsul dan sedang dilakukan screening.

Hasil screening awal bahwa kejadiannya setelah pulang atau di luar sekolah. namun ada juga saksi temen dikelasnya melihat bahwa korban ini naik bangku dan jatuh,

“.karena memang susah karena kelas 1, masih diskreening baik dari korban maupun MK, untuk kejadian sebenarnya belum kita tau, masih nunggu hasil screeningnya,”terangnya.(01)

Artikel ini telah dibaca 120 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

MTQH XXXII Kecamatan Sakra Barat Dibuka Meriah, Soroti Lemahnya Pembinaan Guru Ngaji

12 Oktober 2026 - 10:06 WITA

Membanggakan: Delapan Siswa MAN 1 Lotim Borong Juara dan Juara Umum 2 di MTQ Nasional UNM Malang

9 Oktober 2026 - 19:29 WITA

Jajal Bupati Cup IV di Lombok Tengah, Tiga Karateka MAN 1 Lotim Bawa Pulang Juara

9 Oktober 2026 - 06:28 WITA

Krisis Air dan Kekeringan, Pemkab Lotim Gelar Shalat Istisqo di Halaman Kantor Bupati

8 Oktober 2026 - 12:47 WITA

Buka Bupati Cup IPSI 2026, Bupati Lotim: Silat Bukan untuk Cari Musuh

7 Oktober 2026 - 15:21 WITA

Skor Digitalisasi Lotim Tertinggi di NTB, Bupati Haerul Minta Jangan Puas: Tekan Kebocoran PAD

6 Oktober 2026 - 19:36 WITA

Trending di Lombok Timur