Menu ✖

Mode Gelap

Uncategorized · 25 Jan 2024 20:55 WITA ·

Tarif Retribusi Naik, Pedagang Taman Rinjani Keluhkan Pengamen


 Meresahkan, Salah satu pengamen yang sering berada di Taman Rinjani selong, pengamen ini membuat pedagang dan pengunjung merasa terganggu. Perbesar

Meresahkan, Salah satu pengamen yang sering berada di Taman Rinjani selong, pengamen ini membuat pedagang dan pengunjung merasa terganggu.

Lombok Timur – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur telah menetapkan kenaikan besaran retribusi pada pedagang yang ada di taman rinjani serta lainnya.

Kenaikan tarip retribusi ini sesuai dengan perda nomor 6 tahun 2024 ini dimana besaran tarip untuk lapak yang berjualan di taman rinjani sebesar 100 ribu perbulan, dan 5 ribu rupiah untuk kebersihan. Sedangankan untuk pedagang kaki lima ribu perlahan dan 4 ribu untuk sampah.

“Kalau kita kalkulasikan memang pedagang kaki lima lebih mahal, tetapi untuk pedagang kaki lima dia tidak berjualan secara tetap,”ujar Kepala Bidang Penata Lingkungan Pada Dinas Lingkunhan Hidup Lalu Saprudin saat melakukan sosialisasi kenaikan tarip di taman rinjani selong kamis (25/01).

Dengan adanya kenaikan tarip ini katanya,para pedagang sejatinya menerima apa yang menjadi keputusan pemerintah. Hanya saja, dengan adanya kenaikan ini, para pedagang meminta kepada pemerintah untuk memberikan rasa keamanan dan kenyamanan dalam berjualan.

“Rata – rata pedagang kita mengeluhkan adanya pengamen, dimana pengamen ini sering membuat pengunjung itu merasa risih dan resah,”katanya.

Ia mengatakan, hajat dari pemerintah lombok timur membuat taman rinjani ini sebagai muka dari lombok timur dan sebagai tempat masyarakat menghilangkan kejenuhan dan beristirahat. Namun dengan adanya pengamen, pengunjung ini merasa resah.

“Dengan adanya pengamen ini, para pedagang tentunya merasa tidak terima karena pengunjung langsung merasa resah,”ujarnya.

Dengan keluhan dari para pedagang ini sambungnya, tentunya kami dinas lingkungan hidup yang diberikan kewenangan melakukan penarikan retribusi ini, maka nantinya kami akan buatkan himbauan di semua lapak tidak menerima adanya pengamen.

“Dengan tidak adanya keresahan dari para pengujung ini maka tentunya jumlah pengunjung akan meningkat, sementara sekarang ini pengunjung berkurang karena banyak pengamen,”paparnya.(01)

Artikel ini telah dibaca 60 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ikuti POPDA Kabupaten, Dua Atlet MAN 1 Lotim Raih Prestasi

6 Oktober 2026 - 19:28 WITA

Hebat, Dua Tim Paskib MAN 1 Lotim Borong Juara Lomba Paskib HUT TNI Kodim 1615 Lombok Timur

3 Oktober 2026 - 16:08 WITA

Tiga Kios Pasar Keruak Terbakar, Kerugian Capai Rp300 Juta

31 Agustus 2026 - 08:39 WITA

Tegas, Bupati Lotim Minta Petani Tembakau Jangan Dirugikan

15 Agustus 2026 - 15:07 WITA

MAN 1 Lotim Beri Reward 60 Siswa Berprestasi Olimpiade OSEAN Lewat Program Tebus Prestasi

5 Agustus 2026 - 10:25 WITA

Lampaui Syarat Pusat, Lotim Siapkan 3 Hektare Lahan dan Rp20 Miliar untuk Pengelolaan Sampah Terpadu

31 Juli 2026 - 09:54 WITA

Trending di Uncategorized