Lombok Timur – Setelah lama menunggu kepastian dalam penetapan pimpinan Baznas Lotim periode 2025 sd 2029 akhirnya bupati menetapkan lima pimpinan Baznas Lotim yakni H Muhammad Kamli, H Murjoko, Dr Sirajunnasihin, Dr Hamidi dan Asbullah, MA dan dari lima unsur pimpinan ini, Bupati Lotim Haerul Warisin akhirnya menyetujui H Muhammad Kamli sebagai ketua Baznas setelah melalui pleno pimpinan baznas.
Proses pemilihan ketua Baznas Lombok Timur ini sempat alot, karena saat pleno pertama pemilihan ketua tidak terjadi kesepakatan siapa yang diusung menjadi calon ketua. Kelima komisioner tersebut bertahan pada prinsip masing-masing. Tidak ada kata sepakat alias deadlock terhadap pemilihan calon ketua, kelima komisioner Baznas Lombok Timur bermusyawarah untuk mengembalikan persoalan itu ke Bupati.
“Kami berlima bersepakat mengembalikan calon ketua disampaikan ke Bupati Lombok Timur, dan siapapun yang ditetapkan Bupati kami akan terima, ‘ujar salah seorang komisioner yang minta tidak disebutkan namanya.
Namun, apa yang diusulkan ke Bupati tidak menuai respon karena dianggap kurang Demokratis. Bupati H. Hairul Warisin mengembalikan ke Komisioner Baznas untuk melakukan musyawarah memilih calon ketua disaksikan pihak kemenag Lotim.
Bupati Lombok Timur Hairul Warisin kepada media di Selong mengatakan, dirinya menyerahkan pemilihan ketua Baznas untuk dipilih secara demokratis. “Kalau saya yang pilih rasanya kurang tepat meskipun kelima komisioner menyerahkan ke saya setelah mereka gagal menentukan ketua, ” Ujar Bupati Selasa siang (8/7).
Menurut Bupati, pihaknya tidak mau ikut campur terlalu jauh dalam penentuan ketua, karena kurang demokratis. Kelima komisioner itu mampu memilih ketuanya sendiri.
“Saya mengembalikan penentuan ketua Baznas Lombok Timur dipilih oleh mereka untuk kebaikan dan perbaikan Baznas kedepannya untuk lebih baik lagi, tegasnya.
Atas terplihnya Haji Muhammad sebagai ketua Baznas Lotim, salah satu tokoh NU Lotim TGH Ahmad Tanwir menyampaikan harapannya pada pimpinan baznas yang telah ditunjuk Bupati saat ini. Kita berharap pimpinan baznas mampu melaksanakan tugas dengan amanah dan menjadikan regulasi baznas sebagai acuan bekerja dan pimpinan baznas harus selaras dengan kebijakan dan visi misi bupati wakil bupati.
“Baznas mengelola dana ummat dengan jumlah yang besar maka kita berharap pimpinan baznas lebih hati-hati dan banyak berdiskusi dengan dewan syariah agar program baznas bisa memenuhi ketentuan agama,” harapnya.







