Lombok Barat – Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Hakim Kediri di Dusun Sedayu Tengah, Desa Kediri Selatan, Kecamatan Kediri, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) terbakar sekitar pukul 19.00 Wita, Senin (2/9).
Kebakaran menghanguskan 4 lokal ruang kelas. Beruntung, kebakaran tersebut tidak menelan korban jiwa atau luka. Namun kerugian ditaksir mencapai Rp 800 juta lebih.
Informasinya, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Api pertama kali terlihat muncul di ruang tengah lantai dua.
Api kemudian menjalar ke ruangan lain. Santri dan pengurus ponpes serta yang melihat api berusaha memadamkan, sembari melaporkan ke Pemadam kebakaran (Damkar) Lombok Barat.
Damkar datang dengan 3 unit mobil Damkar dan 1 unit mobil tangki. Petugas pemadam berhasil menjinakkan api setelah berjibaku selama 3 jam.
Pimpinan ponpes Nurul Hakim TGH Muzakkar Idris mengatakan, 4 gedung yang terbakar merupakan ruang kelas MTs putra di lantai dua. “Suasana di tempat itu sepi, karena semua santri sedang salat magrib,”ujarnya.
Hal yang sama di sampaikan oleh salah satu guru Ponpes Nurul Hakim L Ahmad Zainuri mengungkapkan, bangunan yang terkabar ini merupakan bangunan yang terbuat dari rangkai baja.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini, dan semoga bangunan yang rusak ini segera bisa kami perbaiki,”ujarnya didalam vidio.(03)







