Lombok Timur— Polres Lombok Timur melaksanakan upacara serah terima jabatan untuk tujuh pejabat utama, termasuk Kapolsek Sakra Barat, Kamis (20/8/2026). Upacara berlangsung di Lapangan Apel Polres Lombok Timur mulai pukul 08.09 Wita dan dipimpin langsung Kapolres AKBP Ariakta Gagah Nugraha.
Jabatan yang diserahterimakan meliputi Wakapolres, Kabag SDM, Kasat Samapta, serta Kapolsek Sikur, Jerowaru, Sakra Barat, dan Montong Gading.
Untuk Polsek Sakra Barat, jabatan Kapolsek yang sebelumnya dijabat Iptu Muhammad Anhar kini diemban Ipda Awaludin. Iptu Muhammad Anhar dimutasi menjadi Kanit Lantas Polsek Masbagik.
Mutasi tersebut berdasarkan Keputusan Kapolda NTB Nomor: KEP/541/VII/2026 tanggal 31 Juli 2026. Keputusan itu disebut sebagai bagian pembinaan karier, penyegaran organisasi, dan upaya meningkatkan kualitas tugas serta pelayanan kepada masyarakat.
Upacara dihadiri para Kabag, Kasat, Kasi, para Kapolsek jajaran bersama Ketua Ranting Bhayangkari, personel Polres, dan perwakilan Polsek. Rangkaian kegiatan meliputi pembacaan keputusan Kapolda, penanggalan dan penyematan tanda jabatan, pengambilan sumpah, serta penandatanganan berita acara dan pakta integritas.
Dalam amanatnya, Kapolres menegaskan sertijab adalah dinamika organisasi yang terencana. Ia meminta pejabat baru segera memahami tugas pokok, karakteristik wilayah, dan dinamika kamtibmas di tempat tugas masing-masing.
“Jabatan bukan merupakan hak, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada institusi, masyarakat, dan Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, pejabat yang baru harus segera memahami tugas pokok, karakteristik wilayah, dinamika kamtibmas, serta berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan kerjanya,” tegas AKBP Ariakta.
Kapolres juga menginstruksikan Wakapolres dan Kabag SDM memperkuat manajemen internal, disiplin, dan pembinaan SDM secara objektif dan transparan. Sementara Kasat Samapta dan para Kapolsek diminta meningkatkan kehadiran polisi di tengah masyarakat dengan pendekatan responsif, prediktif, dan humanis, namun tetap tegas terhadap gangguan keamanan.
“Para Kapolsek harus mampu menjadi pemimpin di wilayah masing-masing, memahami persoalan masyarakat hingga tingkat desa dan dusun, serta memperkuat sinergitas dengan TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Ia mengingatkan agar pelaksanaan tugas berpegang pada prinsip profesional, proporsional, prosedural, dan akuntabel, serta menghindari penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran kode etik.
“Tidak ada kelompok pejabat lama maupun pejabat baru. Yang ada adalah satu institusi, satu komando, dan satu tujuan, yaitu mewujudkan Polri yang Presisi serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Upacara selesai pukul 08.39 Wita dan dilanjutkan pisah sambut di Gedung Dharma Polres Lombok Timur.
Kasi Humas Polres Lombok Timur Iptu Lau Rusmaladi menyampaikan sertijab merupakan hal wajar dalam dinamika Polri.
“Dengan adanya pergantian dan penyegaran jabatan ini, diharapkan seluruh pejabat yang baru dapat segera beradaptasi, melanjutkan program yang telah berjalan, serta menghadirkan inovasi dalam pelaksanaan tugas. Semangatnya adalah meningkatkan profesionalisme dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Lombok Timur,” ujar Iptu Lau Rusmaladi.






