Lombok Timur— Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menghadiri Silaturahmi dan Halal bi Halal Aparatur Sipil Negara Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu lingkup Kabupaten Lombok Timur, Senin (30/3), di Gedung Serbaguna Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia.
Dalam acara yang digagas Forum PPPK Paruh Waktu itu, Bupati menyampaikan apresiasi atas inisiatif silaturahmi sekaligus menanggapi aspirasi pegawai terkait kepastian status kepegawaian. Ia menegaskan komitmen mengawal proses pengangkatan PPPK Paruh Waktu menjadi PPPK Penuh Waktu.
“Kita tidak bisa bicara hanya lewat surat saja. Saya akan temui langsung Kepala BKN untuk mendiskusikan nasib adik-adik,” ujar Haerul Warisin. Rencana itu menyusul surat resmi yang akan dikirimkan Pemkab Lombok Timur ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) pusat.
Di hadapan peserta, Bupati juga memperingatkan keras praktik pungutan liar dalam birokrasi lokal. Menurutnya, kenaikan pangkat, mutasi, maupun pengurusan sertifikasi merupakan hak pegawai yang tidak boleh diperjualbelikan.
Haerul turut berbagi kisah perjalanan hidupnya sebagai motivasi, mengajak ASN menjaga integritas, menghindari fitnah, serta berorientasi pada pengabdian jangka panjang. Ia juga meminta dukungan doa bagi program strategis daerah, termasuk pembangunan gedung sekolah unggul senilai Rp245 miliar yang tengah diperjuangkan.
Menutup arahannya, Bupati menekankan bahwa keberhasilan lahir dari ikhtiar maksimal yang diiringi doa, serta pentingnya bekerja demi keberlangsungan generasi mendatang.
Ketua Forum PPPK Paruh Waktu Lombok Timur, Bambang Sakra, menyampaikan terima kasih atas kebijakan pengangkatan yang telah diberikan.
“Mewakili seluruh ASN P3K PW, kami mengucapkan Minal Aidin Wal Faidzin. Pengangkatan ini adalah kado terindah bagi kami,” katanya.
Ia berharap pada 2026 para pegawai dapat diakomodasi menjadi ASN Penuh Waktu, seraya memahami keterbatasan anggaran daerah namun meminta kejelasan status demi kepastian pengabdian.(01)







