Lombok Timur – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur menyetujui rencana Bupati menggunakan skema pembiayaan tahun jamak (multi years) senilai Rp250 miliar guna mempercepat perbaikan infrastruktur jalan rusak di wilayah itu.
Wakil Ketua DPRD Lotim, Nurhasanah, menyatakan dukungan penuh terhadap skema ini menurutnya merupakan solusi cerdas tanpa membebani daerah dengan bunga utang. Sistemnya tunda bayar, bukan pinjam ke lembaga pembiayaan seperti SMI yang bunganya tinggi.
“Skema ini dinilai mendesak mengingat kondisi infrastruktur yang memprihatinkan, banyak protes dari warga seperti menanam pisang di tengah ruas jalan sebagai sinyal keras bagi pemerintah untuk segera disikapi,”” tegas Nurhasanah dalam keterangannya, Selasa (09/06/2025).
Ia mengatakan, pada saat ini, Masyarakat kita sangat mengininkan perbaikan jalan, irigasi dan fasilitas dasar lainnya. “Itu dikeluhkan setiap kali kami bertemu. Atas dasar itu, kami di DPRD sepakat, percepatan perbaikan jalan harus segera dijalankan,”ujarnya.
Atas dasar itu lanjutnya, Pemda akan menggandeng pihak ketiga untuk mendanai proyek terlebih dahulu. Pembayaran dilakukan secara bertahap dan dinilai tidak akan membebani keuangan daerah.
“Skema ini lebih ringan dan tidak membebani APBD dengan bunga pinjaman,” jelas politisi Partai NasDem tersebut.
Rencana ini sedang difinalisasi. Bupati akan segera mengundang pengusaha lokal yang berminat berpartisipasi. “Proyek bisa langsung dikerjakan setelah uang muka cair. Rakyat tak perlu lagi bersabar di jalan berlubang,”tandas Nurhasanah.
Kebijakan ini diharapkan menjawab keluhan masyarakat sekaligus menjaga kesehatan keuangan daerah melalui skema pembiayaan inovatif tanpa beban bunga.(01)







