Lombok Timur — Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kabupaten Lombok Timur tahun 2026 resmi diumumkan pada Sabtu, 12 September 2026. Hasilnya mengejutkan. Untuk jenjang MIN dan MTsN, raihan juara justru didominasi madrasah swasta, bahkan beberapa juara umum diraih sekolah di bawah naungan Pemerintah Daerah.
OMI merupakan kompetisi sains paling bergengsi di lingkungan Kementerian Agama RI yang digelar rutin setiap tahun hingga tingkat nasional.
Berdasarkan data hasil lomba, di jenjang Madrasah Ibtidaiyah Negeri, MIN 1 Lombok Timur tidak memperoleh satupun juara. Kondisi serupa terjadi di jenjang MTsN. MTsN 2, MTsN 3, dan MTsN 4 Lombok Timur tidak meraih prestasi di semua bidang lomba. MTsN 1 Lombok Timur yang selama ini dikenal sebagai madrasah favorit di daerah ini hanya mampu meraih 1 juara.
Berbeda dengan jenjang MI dan MTs, di tingkat Madrasah Aliyah juara justru didominasi madrasah negeri. MAN IC Lombok Timur dan MAN 1 Lombok Timur menjadi penyumbang medali terbanyak.
“Kalau melihat hasil OMI Kabupaten Lombok Timur, seakan menjadi bukti bahwa kualitas layanan pendidikan di madrasah negeri dan swasta sudah tidak ada bedanya lagi,” ujar salah satu pengamat pendidikan setempat.
Capaian tersebut memicu kekecewaan dari kalangan wali murid. Abdurrahman, wali murid di salah satu MTsN di Lombok Timur, menyayangkan hasil OMI tahun ini.
“Sangat kita sayangkan kalau lomba paling bergengsi di Kemenag ini justru anak madrasah negeri tidak mendapatkan juara, kalah sama swasta. Padahal madrasah negeri punya kelengkapan sarana, dukungan anggaran, kecukupan guru yang luar biasa tapi hasilnya mengecewakan kami,” ujarnya.
Ia berharap hasil ini menjadi bahan evaluasi serius bagi Kantor Kementerian Agama Kabupaten dan Provinsi, serta pimpinan madrasah negeri.
“Kita sebagai wali murid sangat mendukung program madrasah tapi hasilnya terbalik dari harapan. Anggaran BOS besar, dengan ketersediaan guru yang bahkan lebih di madrasah negeri justru kualitas pendidikan yang ada tidak maksimal, kalah sama madrasah swasta yang penuh keterbatasan. Kalau memang pimpinan dan gurunya tidak kompeten dalam mendukung program madrasah, ya kita minta dimutasikan saja,” tegas Abdurrahman.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur,H, Sulhi menyampaikan apresiasi kepada madrasah swasta yang meraih prestasi. Menurutnya, capaian ini merupakan bentuk kesuksesan membina semua madrasah.
“Apa yang didapatkan oleh madrasah swasta kali ini merupakan bentuk kesuksesan kita, artinya prestasi itu bukan hanya didapatkan oleh madrasah negeri saja, tetapi juga bisa didapatkan madrasah swasta kalau diberikan pembinaan,”ujarnya.
Meski demikian sambungnya, dengan hasil yang didominasi oleh sekolah swasta, tentunya kepada kepala sekolah negeri ini harusnya menjadi introspeksi diri.
“Ini yang menjadi perhatian kita, kenapa malah sekolah swasta yang mendominasi, sementara sekolah negeri tidak, tentunya ini akan menjadi bahan evaluasi kita dan akan dilakukan pembinaan lagi,”katanya.(01)






