Lombok Timur – Masyarakat Dusun Montong Belae Timur, Desa Montong Belae, Kecamatan Keruak diresahkan oleh keberadaan Kandang ayam potong. Pasalnya, kandang ayam tersebut telah mencemari lingkungan sekitar.
Menurut keterangan Kepala Wilayah (Kawil) Dusun Montong Belae Timur Lalu Sahdan, keberadaan Kandang ayam tersebut sesungguhnya tidak memenuhi syarat karna hanya berjarak 50 meter dari rumah warga terdekat.
“Coba lihat ini lalatnya banyak sekali. Yang kita khawatirkan lalat-lalat ini bisa membawa wabah penyakit,” katanya senin ( 22/04).
Ia menjelaskan, pada tahun 2021 yang lalu, telah dilakukan medias antara Pemdes Montong Belae, Masyarakat Montong Belae dan Dane Rase, Sekcam Keruak, pemilik kandang, Kadis Perijinan, Kadis Lingkungan Hidup, Kasat Pol PP, serta dari unsur TNI/Polri.
Dimana, pada saat itu, keputusan yang berhasil didapatkan dari mediasi adalah, menutup kandang ayam yang sudah kosong, dan memberikan beroperasi kandang ayam yang masih berisi sampai panen, sebelum kemudian ditutup total.
Nah pada hari yang sudah ditentukan untuk dilakukan penutupan, malah pihak Pol PP dari kabupaten tidak ada yang datang. Sehingga kami bersama pak Kapolsek waktu itu tidak berani melakukan eksekusi,” ujarnya.
Selain itu juga, terdapat kesepakatan pada tahun 2022 yang lalu dimana kesepatakan itu telah ditanda tangani oleh dinas perizinan Ahmad Dewanto Hadi, makrifatullah yang merupakan Kepala Bidang Dinas Lingkungan Hidup, Muh Isa dari Kesbangpoldagri, Sunrianto Kabid Per UU Sat Pol PP.
“Yang menjadi pertanyaan, kok tiba – tiba kandang ini tidak ditutup dan malah beropersi seperti biasa, ini ada apa,”tanyanya.
Sementara itu, pjs kepala desa Montong Belae Lalu Samsul Bahri mengakui adanya keluhan masyarakat. Bahkan saat ini masyatakat sekitar merasa sangat marah.
Terkait hal itu, pemerintah desa sudah mengirim surat ke pemerintah daerah untuk segera menutup kandang ini, karena masyarakat sekitar merasa resah akibat adanya kandang ayam ini.
“Dari ssgi kesehatan memang dengan banyaknya lalat masyarakat akan lebih mudah diserang penyakit diare, makanya masyarakat minta untuk ditutup saja,”pintanya.(wan)







