Lombok Timur – Anggota DPRD Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem). dari Daerah Pemilihan ( Dapil) II Lombok Timur Nurhasanah menjawab keluhan masyarakat terkait jalan yang rusak.
Menurut Nuhasanah Politisi Partai NasDem ini mengungkapkan, untuk jalan yang dari Rensing hingga ke perbatasan Sakra Barat – Keruak merupakan menjadi prioritas utamanya. Bukan hanya itu jalan Tanak kaken menuju desa Bungtiang merupakan ruas jalan yang selalu diperjuangan bersama Anggota DPRD H Abdul Aziz.
“Kalau dua ruas jalan ini, sejak saya menjadi anggota DPRD langsung meminta untuk dikerjakan, Tapi kita ketahui banyak sekali masalah yang kita hadapi,”ujarnya hari Minggu ( 09/03).
Ia menjelaskan, untuk jalan Rensing Bungtiang, Tanak kaken menuju Bungtiang awalnya akan dikerjakan pada tahun 2019 yang lalu. Akan tetapi ditahun itu terjadi bencana covid 19, jalan ini batal di kerjakan.
” Setiap tahun jalan ini selalu kami kawal bersama pak Azis waktu itu, dan itu saya selalu minta dikerjakan, jangan anggap kami tidak perhatikan, sama perasaan kita dengan masyarakat yang lain, karena saya tiap hari lewat,”katanya.
Untuk mempercepat pengerjaan jalan ini katanya, di awal tahun 2025 Kemarin, dirinya bersama Komisi 4 melakukan peninjauan ke ruas jalan ini. Hasilnya, ditahun. 2025 ini jalan rensing -bungtiang, Tanak kaken Bungtiang resmi akan dikerjakan pemerintah daerah di tahun 2025.
“Yang membuat kami bingung sekarang, dengan adanya inpres Nomor 1 tahun 2025, semua anggaran yang ada di PUPR semuanya di lakukan efisiensi, padahal pengerjaan jalan ini sudah positif akan dikerjakan tahun ini, tapi sekarang kembali ditunda,”keluhnya.
“Yang turun langsung cek kondisi jalan ini kemarin,mik awan (Kabid bina marga,red) tapi mau bagaimana lagi,anggaran kita dipangkas,”tambahnya sambil bingung.
Padahal katanya, untuk pengerjaan jalan ini, dirinya bersama teman – teman DPRD yang dari Sakra Barat sampai saling tunjuk dengan kepala dinas, agar ruas jalan ini bisa dikerjakan.
“Kalau ruas jalan ini tidak kita kerjakan tahun ini, kita mau dibilang apa sama masyarakat, setiap pembahasan, selalu kita sampaikan,”katanya
Terkait dengan penambalan jalan sambungnya lagi, pada tahun 2023 yang lalu, jalan yang berlobang dari Rensing sampai ke perbatasan Sakra barat sudah dilakukan. Namun karena kekuatan jalan dengan kendaraan yang lewat, membuat jalan ini kembali rusak.
Disamping itu, penambalan tidak dilakukan atas dasar sudah ada kepastian dari Dinas Pekerjaan Umum untuk dilakukan perbaikan ditahun 2025 ini. Namun karena ada efisensii kembali, ruas jalan yang sudah positif dikerjakan tahun 2025 batal dikerjakan.
“Kalau nanti anggaran yang sudah di pangkas ini, PUPR belum dikembalikan, saya akan meminta untuk dikerjakan menggunakan pokir, karena kami benar – benar prihatin melihat kondisi jalan kita yang banyak lubangnya, karena saya tiap hari lewat itu juga”ujarnya.
Untuk itu, kepada masyarakat terutama di wilayah dapilnya agar bersabar. Menurutnya , Apa yang menjadi keinginan masyarakat kita ingin segera realisasi. “Tapi sekarang yang menjadi pikiran kita, adanya pemangkasan anggaran, terutama untuk pengerjaan jalan membuat kita harus menunggu kembali,”pungkasnya.(01)







